Vaksin Corona Moderna Disebut Bikin Kebal Covid-19 Setahun

CNN Indonesia | Rabu, 13/01/2021 17:45 WIB
Vaksin corona buatan Moderna disebut bisa mempertahankan kekebalan tubuh terhadap Covid-19 selama setahun. Vaksin Covid-19 buatan Moderna disebut mampu mempertahankan kekebalan tubuh hinga satu tahun (IAFP/JUSTIN TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen vaksin Covid-19 Moderna mengungkap kekebalan dari vaksin corona buatannya bisa bertahan melindungi dari infeksi virus corona paling lama hingga satu tahun.

Produsen obat itu mengatakan bahwa teknologi messenger RNA (mRNA) yang digunakannya cocok untuk menyebarkan vaksin berdasarkan varian baru virus Covid-19 yang muncul di beberapa negara.

Vaksin Moderna menggunakan teknologi mRNA-1273 sintetis untuk meniru permukaan virus corona, agar mengajari imun manusia untuk merekam virus tersebut dan menghasilkan sistem kekebalan virus Covid-19.


Moderna akan menjalankan tes untuk mengkonfirmasi aktivasi vaksin terhadap varian strain pada Desember mendatang.

Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan dapat memproduksi antara 600 juta hingga 1 miliar dosis vaksin Covid-19 pada tahun 2021, dan memprediksi pendapatan dari penjualan sebesar 11,7 miliar dollar Amerika di tahun ini.

"Tim merasa sangat nyaman dengan rekam jejak yang kami miliki sekarang ... kami berada di jalur yang tepat untuk memberikan setidaknya 600 juta dosis, " kata Chief Executive Officer Stéphane Bancel dalam konferensi pers J.P Morgan Healthcare, Senin (11/1), seperti dikutip Reuters.

Melansir Forbes, beberapa vaksin dapat memberikan perlindungan selama beberapa bulan hingga seumur hidup. Namun data dari uji klinis pada vaksin Covid-19 belum diketahui berapa lama kekebalan tersebut dapat bertahan. 

Hal ini akan menjadi perhatian dari waktu ke waktu dan merupakan sesuatu yang harus dipantau oleh para regulator dengan seksama.

Pihak produsen dan regulator juga akan terus memantau perubahan virus, dan biasanya produsen akan kembali ke tahap pengembangan jika terjadi mutasi virus Covid-19.

Pfizer, BioNTech dan Moderna menggunakan jenis teknologi baru dalam pengembangan vaksinnya, yaitu dengan mRNA. Namun vaksin lain menggunakan metode pengembangan yang metodenya mengendalikan virus yang dilemahkan atau menanam virus yang sudah mati dalam jumlah banyak.

"MRNA luar biasa karena Anda dapat menukar strain baru dan menjalankannya, " ungkap Bancel. 

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK