Alasan Ahli Beri Peringatan Gempa Lebih Besar di Mamuju

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 17/01/2021 23:16 WIB
Ahli beri sejumlah alasan mengapa memberikan peringatan potensi gempa lebih besar di sekitar kawasan Mamuju-Majene, Sulawesi Barat. Gempa yang guncang Mamuju-Majene Sulbar (Arsip CT Arsa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar Geologi Kebencanaan dari Universitas Hasanuddin Prof Dr Eng Ir Adi Maulana, ST, M.Phil mengatakan tren gempa susulan di sekitar wilayah Mamuju-Mejene Sulawesi Barat semakin lama semakin kecil.

Sehingga, ia berharap masyarakat tak gelisah, namun tetap waspada akan potensi gempa yang lebih besar. Sebab, hal ini berkaca pada sejarah gempa di daerah itu, pernah terjadi gempa besar pada 1967 dan 1969 dengan magnitudo 6,9.

"Gempa yang lalu yang 6,2, sehingga diperkirakan masih ada energi gempa yang belum rilis," katanya.


Hal itu dikemukakan Adi menanggapi kekhawatiran dan isu yang menyebut ada potensi gempa di Sulbaritu akan lebih besar dan berpotensi tsunami.

Gempa susulan atau aftershock adalah gempa yang terjadi setelah gempa utama (gempa yang paling besar).

Sebelumnya, BMKG sempat menyatakan harapan agar gempa yang mengguncang kawasan sekitar Mamuju dan Majene tak makin membesar.

Pasalnya, gempa keduayang terjadi pada Jumat dini hari bermagnitudo6,3, lebih kuat dari gempa sebelumnya. Pada Kamis (14/1) gempa serupa terjadi dengan magnitudo 5,9.

Dalam wawancara dengan CNNIndonesia TV, Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan kekhawatiran itu berdasarkan sejarah di kawasan Sulbar yang sempat mengalami gempa lebih besar dari magnitudo 6,2.

Sehingga, dikhawatirkan ada energi yang masih terakumulasi dan belum dilepaskan. Hal ini berkaca dari kasus gempa Lombok yang diguncang gempa besar lima kali, setelah rententan gempa susulan.

Karena itu, Adi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, tetapi jangan panik. Dia menyarankan masyarakat untuk menghindari gedung-gedung atau bangunan yang sudah runtuh, agar tidak tertimpa pada saat terjadi gempa susulan.

"Selain itu, juga harus menghindari daerah pantai, karena kalau gempa susulan terjadi berfokus di laut, maka bisa terjadi tsunami," katanya, sembari mengingatkan bahwakalau gempa susulan terjadi, maka akan menyebabkan runtuhan di Selat Makassar, seperti yg terjadi di Palu.

Selain itu, lanjut Adi, perlu juga dihindari lereng-lereng yang terjal, karena biasanya gempa susulan menyebabkan terjadinya tanah longsor.

Adanya banyak kemungkinan gempa susulan, menurut dia, itu sangat tergantung dari besar magnitudo gempa dan juga kondisi geologi sekitarnya. Jadi, semakin besar magnitudonya maka aftershock biasanya akan banyak, semakin kompleks kondisi geologinya (jenis batuan dasar, struktur geologi) juga sangat berpengaruh.

"Yang jelas, masyarakat Sulbar, utamanya Majene dan Mamuju harus tetap waspada, tetapi tidak perlu panik dan meninggalkan Kota Mamuju," ujarnya.

Dia berharap, kasus di Sulbaritu energi gempanya sudah terlepas semua, dan kalaupun ada gempa susulan itu tentu lebih kecil.

Untuk saat ini, lanjut dia, yang terpenting adalah keselamatan jiwa dulu dengan tetap waspada, sehingga bisa mengurangi risiko.

(eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK