Sesar Naik Mamuju Berpotensi Picu Gempa Susulan

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 15/01/2021 20:56 WIB
Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust) memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang berpotensi menyebabkan gempa susulan. Gempa yang terjadi di Sulbar juga bisa dikategorikan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake). (Foto: BMKG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust) memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault) yang berpotensi menyebabkan gempa susulan. Mekanisme sesar naik ini mirip dengan gempa di Lombok pada 2018.

"Mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok 2018, bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan," tulisnya pada Jum'at (15/1).

Sesar Naik Mamuju memiliki magnitudo mencapai 7,0 dengan laju geser sesar 2 milimeter per tahun, sehingga sesar ini harus diwaspadai karena berpotensi memicu gempa yang kuat, dan potensi bahaya jika terjadi gempa susulan.


BMKG gempa yang terjadi di Sulbar juga bisa dikategorikan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake). Pusat gempa dilaporkan berada di 6 kilometer laut Majene dengan kedalaman 10 km.

Berdasarkan hasil analisis BMKG pada gempa yang berlangsung pada Kamis (14/1) dan hari ini Jumat (15/1) pagi, gempa yang terjadi mencapai skala intensitas IV MMI yang berpotensi merusak.

Saat ini banyak laporan kerusakan rumah masyarakat dan beberapa bangunan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Tidak hanya merusak bangunan, gempa ini juga memicu reruntuhan batu (rockfall) di beberapa lokasi yang berkontur tebing dan perbukitan.

Sejak hari Kamis (14/1) pukul 13.35.49 WIB hingga pagi ini (15/1) pukul 06.00, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi gempa sebanyak 28 kali.

Episenter gempa Majene saat ini sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu Tsunami pada 1969 lalu, dengan kekuatan 6,9 skala richter.

Gempa tersebut menyebabkan 64 orang meninggal dan 97 orang luka-luka.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun harus waspada karena gempa susulan masih akan terus terjadi dengan kekuatan yang signifikan.

Mengingat pesisir Majene pernah terjadi tsunami pada tahun 1969, masyarakat yang bermukim di wilayah Pesisir Majene perlu waspada jika merasakan gempa kuat, untuk segera menjauh dari pesisir pantai.

(can/mik)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK