Jakarta, CNN Indonesia -- Kasus tanda tag lokasi SOS dan Tolonggg Pulau Laki mulai ramai kemarin (21/1) hingga melibatkan pemeriksaan lokasi oleh Basarnas dan akhirnya tanda itu dihapus Google.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, isu tag lokasi SOS ini pertama kali muncul di Twitter dari akun salah satu netizen yang membagikan foto berupa tangkapan layar Pulau Laki dengan tanda SOS pada Selasa (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, tag lokasi di Pulau Laki berubah-ubah menjadi Tolonggg, hingga Tolong Aku Aldo.
Namun, sebelum ramai di Twitter, kasus SOS Pulau Laki ini sudah lebih dulu ramai di Tiktok. Banyak tagar yang dipakai pengguna yang mengeposkan tag lokasi SOS Pulau Laki di media sosial itu.
Berdasarkan pantauan di beberapa tagar terkait Pulau Laki, seperti pulau laki, pulau laki sos, dan cek pulau laki, ternyata tag lokasi nyeleneh yang dipasang di Pulau itu sudah berlangsung sejak pekan lalu.
Pada Rabu (13/1) salah satu pengguna mulai menampilkan rekaman gambar Google Earth Pulau Laki dengan tag lokasi "Sate Ayam". Dalam video pendek itu, pengunggah menyebut kalau tag lokasi itu, "muncul sebentar-sebentar doang gak stabil seperti sebelumnya".
Komentar itu disertai dengan tagar #angker #ghaib #kepulauanseribu #pulaulaki #sriwijayaair. Lantas dalam video itu disertakan salah satu komentar pengguna lain yang menggiring wacana kalau tanda itu ditinggalkan oleh salah satu korban Sriwijaya Air.
"Aku mikirnya itu hp korban Sriwijaya, kalo nanti udah ga ada lagi tanda sate ayamnya berarti batre habis."
Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang pada Sabtu (9/1).
Tak berhenti disitu, postingan serupa cukup banyak beredar. Tag lokasi pun semakin bervariasi beberapa hari kemudian.
Pada Jumat (15/1) tag lokasi di pulau tak berpenghuni ini makin variatif. Muncul tag lokasi soto ayam hingga toko roti.
Pada Minggu (17/1) tag lokasi sate ayam sudah hilang dan berganti jadi tag lokasi lapangan golf dan taman bermain anak. Hal ini juga ramai dibagikan oleh pengguna Tiktok.
Baru pada Selasa (19/1) tag lokasi SOS, Kami Masih Hidup, hingga Tolonggg, muncul. Tag lokasi ini yang lantas menghebohkan dunia maya. Tag lokasi lapangan golf dan taman bermain anak pun sudah hilang di pulau itu.
Ketika ditanya soal tanda SOS di Google Maps, Direktur Operasi Basarnas Brigjen Rasman MS lantas mengatakan bakal mengecek kebenaran informasi tanda diPulau Laki, Kepulauan Seribu.
Tanda SOS ini bisa dilihat di aplikasi Google Maps. SOS kerap digunakan untuk menunjukkan bahaya dan meminta pertolongan.
Padahal menurut Rasman, sejauh ini tidak ada tanda-tanda atau informasi bahwa masih ada penumpang Sriwijaya Air yang selamat. Oleh karena itu, ia tak mau berspekulasi terkait beredarnya tanda SOS tersebut.
Sementara ketika dikonfirmasi kepada Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Eko Wahyu, ia meminta kemunculan tanda SOS itu ditanyakan ke pihak Google. Ia menambahkan pulau itu tak berpenduduk.
Ketika dikonfirmasi kepada Google, wakil Google Indonesia tak gamblang menjelaskan sumber dari tanda SOS dan Tolonggg itu. Perwakilan Google Indonesia hanya menjelaskan sumber data Google Maps terdiri dari tiga sumber.
"Sumber data Google Maps ada tiga, Google penyedia platform, ada pihak ketiga, sumber publik, dan kontribusi pengguna," jelas perwakilan Google Indonesia saat dihubungi, Rabu (20/1).
Penjelasan Google dan Basarnas
Foto: Google Earth
Google menyatakan telah menghapus tag lokasi 'SOS' dan 'TOLONGGG' yang sempat muncul di Pulau Laki.
Pengguna memang bisa menambahkan sendiri keterangan lokasi pada Google Maps. Google mengakui, data tag lokasi dari kontribusi pengguna memang tak selalu akurat. Oleh karena itu, pengguna lain bisa mengoreksi tag lokasi yang tidak tepat.
Berdasarkan data di laman Google Maps, pengguna bisa membantu Google untuk melengkapi data pada Google Maps lewat fitur "add missing place" dan "Contribute".
Saat di klik, pengguna bisa menambahkan sendiri nama tempat yang dimaksud, memilih kategori tempat, dan keterangan tambahan lain seperti nomor telepon, waktu buka, foto, hingga alamat web.
Setelah informasi dikirim, tag tidak langsung tampil di Google Maps, tapi perlu persetujuan Google terlebih dulu.
Pilihan kategori tempat, apakah itu taman, tempat belanja, atau hotel, akan memberikan tag khusus. Pada tag SOS di Pulau Laki, ditandai tag dengan simbol taman.
Tak cuma menambahkan tempat, pengguna juga bisa melaporkan jika ada data yang salah di Google Maps. Perubahan informasi yang salah ini juga berdasarkan laporan pengguna yang lantas diproses Google untuk memutuskan apakah akan mengganti informasi mengenai tempat itu atau tidak, seperti tertulis dalam laman Google Maps.
Untuk mengubah informasi yang tidak tepat pada Google Maps, klik tag tempat yang akan diubah. Pilih ajukan saran untuk pengeditan. Pilih ubah nama atau detil lain. Ikuti instruksi di layar untuk mendaftarkan saran perubahan.
Google menyarankan untuk menambahkan foto untuk membantu mereka melakukan verifikasi perubahan data di Google Maps.
Ketika ditanya terkait dengan informasi yang beredar soal tanda SOS di Pulau Laki adalah upaya Google Maps memberi sinyal tanda khusus ketika terjadi bencana atau insiden tertentu, pihak Google Indonesia enggan memberi komentar dan menjelaskan bahwa data Google Maps hanya berasal dari tiga sumber tadi.
Sementara itu, tim Badan SAR Nasional (Basarnas) pun menyatakan telah melakukan pengecekan soal tanda SOS di Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Hasilnya, tidak ditemukan sesuatu di sana.