Alasan India Tutup Permanen TikTok dan Wechat

CNN Indonesia | Selasa, 26/01/2021 15:16 WIB
Kementerian elektronik dan teknologi informasi India resmi memblokir permanen aplikasi video TikTok dan 58 aplikasi China yang lain. Ilustrasi Tiktok dilarang di India. (AFP/Drew Angerer)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian elektronik dan teknologi informasi India resmi memblokir permanen aplikasi video TikTok dan 58 aplikasi China yang lain. Kebijakan itu akan resmi berlaku pada Juni 2021.

Mengutip Reuters, sebelum memblokir secara permanen, pemerintah India sudah lebih dulu memberi 59 aplikasi tersebut kesempatan untuk menjelaskan posisi mereka tentang kepatuhan terhadap persyaratan privasi dan keamanan.

Perusahaan TikTok milik ByteDance, platform perpesanan WeChat milik Tencent dan peramban UC Browser milik Alibaba, juga diminta untuk menanggapi daftar pertanyaan soal privasi dan keamanan.


"Pemerintah tidak puas dengan tanggapan/penjelasan yang diberikan oleh perusahaan-perusahaan ini. Oleh karena itu, larangan 59 aplikasi ini sudah permanen sekarang," menurut sumber kepada Reuters.

Kementerian ITE India, pada Juni, mengeluarkan perintah pemblokiran dengan menyatakan bahwa aplikasi-aplikasi tersebut 'merugikan kedaulatan dan integritas India, pertahanan India, keamanan negara dan ketertiban umum'.

Melansir Times of India, pemerintah setempat menyebut aplikasi asal China itu sebagai 'serangan digital'. Perseteruan kedua negara makin panas imbas dari bentrokan pasukan China di perbatasan Himalaya yang menewaskan 20 tentara India.

Pada bulan September, India memblokir 118 aplikasi seluler lainnya, termasuk video game populer dari Tencent, PUBG, yang meningkatkan tekanan pada perusahaan teknologi China.

Perwakilan TikTok, menurut media India, mengatakan sedang mengevaluasi pemberitahuan tersebut dan akan menanggapinya sebagaimana mestinya.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK