Langganan Internet Satelit Starlink SpaceX Rp1,3 Juta Sebulan

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 12:11 WIB
SpaceX umumkan biaya langganan internet satelit Starlink sebesar Rp1,3 juta sebulan, belum termasuk biaya tambahan. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Jakarta, CNN Indonesia --

SpaceX telah mengizinkan pelanggan untuk memesan paket internet lewat satelit Starlink dengan tarif US$99 atau sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Tarif tersebut hanya biaya langganan internet. Masih ada biaya tambahan yang harus dibayar jika ingin menikmati internet satelit Starlink.

Pengguna harus membeli perangkat keras yang mencakup parabola Starlink, router Wi-Fi, catu daya, kabel, dan tripod pemasangan, dengan biaya US$499 atau sekitar Rp6,9 juta (kurs Rp13.993,9).


Selain itu ada biaya pra-order bagi mereka yang ingin menjajal layanan internet satelit ini lebih dulu senilai US$99 (Rp1,3 juta).

Penyediaan preorder ini disebut pemilik Starlink, Elon Musk, dilakukan untuk memperluas cakupan pengujian beta publik layanan internet satelit Starlink.

Calon pengguna Starlink dapat memasukkan alamat layanan pada situs perusahaan. Disebutkan beberapa wilayah menampilkan pesanan dengan skema pra order hingga akhir 2021, sementara praorder kedua dilakukan 2022, seperti dilansir CNet.

Laporan CNBC menyebutkan layanan ini akan ditawarkan pertama kali di Amerika Serikat, Kanada, dan Inggris Raya. 

Menurut situs SpaceX, pesanan mungkin membutuhkan waktu enam bulan atau lebih untuk dipenuhi tergantung di mana pengguna berada.

Starlink merupakan proyek ambisius SpaceX untuk membangun jaringan internet yang saling berhubungan dengan ribuan satelit. Ini dikenal pada industri luar angkasa sebagai konstelasi yang dirancang memberikan internet berkecepatan tinggi kepada konsumen di penjuru bumi.

Komisi Komunikasi Federal dua tahun lalu menyetujui SpaceX untuk meluncurkan 11.943 satelit. Belasan ribu satelit ini akan disebar di langit pada orbit Bumi agar bisa menyediakan internet di berbagai lokasi lewat satelit.

Perusahaan yang berharap dapat menyebarkan 4.425 satelit di orbit pada 2024 juga telah meluncurkan lebih dari 1.000 satelit Starlink dan berencana membangun serta menyebar versi yang lebih canggih dari satelitnya.

Presiden SpaceX Gwynne Shotwell pada awal tahun berkata bahwa Starlink merupakan jenis bisnis yang tepat untuk dikembangkan. Bila SpaceX dapat mengatasi tantangan teknologi ini Musk optimistis Starlink akan berkembang.

Musk pada 2019 pernah mengatakan Starlink dapat menghasilkan pendapatan US$30 miliar setahun - atau sekitar 10 kali lipat dari pendapatan tahunan tertinggi yang diharapkan dari bisnis roket intinya SpaceX.

(ryh/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK