Hasil Sidang Lanjutan Mobil DFSK Glory 580 Tak Kuat Nanjak

CNN Indonesia | Kamis, 11/02/2021 18:34 WIB
Sidang lanjutan gugatan soal mobil DFSK Glory 580 tak kuat nanjak digelar Rabu (10/2) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Mobil DFSK Glory 580 disebut tak kuat nanjak. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konflik antara Sokonindo Automobile (DFSK) dengan konsumen di meja hijau belum berakhir. Keduanya baru menyelesaikan sidang lanjutan gugatan soal mobil DFSK Glory 580 tak kuat menanjak, Rabu (10/2) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

PR & Media Manager DFSK Indonesia Achmad Rofiqi mengatakan pada sidang kedua agendanya lebih membahas kelengkapan berkas.

"Sidang masih sebatas pengecekan legal standing dan kelengkapan dokumen, seperti surat kuasa dan lainnya," kata Rofiqi ketika dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (11/2).


Lebih lanjut, Rofiqi tak menjelaskan hal lain selama berlangsungnya sidang.

Sementara itu kuasa hukum tujuh konsumen yang menggugat DFSK, David Tobing, hingga saat ini belum memberikan pernyataan dan respons mengenai kelanjutan sidang. David juga bungkam saat dihubungi usai sidang pertama.

Sebelumnya konsumen dan DFSK telah melakukan sidang tahap pertama pada Rabu (27/1). Agenda sidang pertama membahas kelengkapan berkas-berkas kedudukan hukum dari kedua belah pihak. Kelengkapan berkas ini menjadi proses awal sebelum tahap mediasi.

Gugatan dengan Nomor register: PN JKT.SEL-122020BS2 yang didaftarkan akhir 2020 terhadap merek China ini merupakan buntut kekecewaan konsumen terhadap salah satu produk DFSK, yakni Glory 580 1.5 CVT Turbo.

Mobil tersebut dianggap tak kuat nanjak sehingga ada dugaan cacat produsi. Konsumen yang menggugat ini menggunakan Glory 580 dengan tahun produksi 2018.

Dalam petitum para konsumen meminta Majelis Hakim menghukum DFSK untuk bertanggung jawab memberikan ganti rugi material sebesar Rp1,959 miliar yang merupakan total harga pembelian kendaraan para konsumen.

Kemudian penggantian sebesar Rp1 miliar kepada masing-masing konsumen sehingga apabila ditotal kerugian imateriel menjadi Rp7 miliar.

(ryh/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK