Google Kembali Pecat Ilmuwan AI di Tengah Isu Dikriminasi Ras

CNN Indonesia | Senin, 22/02/2021 18:50 WIB
Google pecat peneliti kecerdasan buatan atau AI Margaret Mitchell, setelah sebelumnya juga memecat Timnit Gebru di divisi yang sama. Ilustrasi Google. (CNN Indonesia/Hani Nur Fajrina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) Google mengatakan telah memecat seorang peneliti yang juga kepala etika kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Margaret Mitchell. Pemecatan itu dilakukan setelah sebelumnya Google memecat Timnit Gebru yang juga ilmuwan etika AI Desember 2020.

"Saya dipecat," kata Mitchell melalui akun Twitternya.


Google mengatakan setelah meninjau perilaku Mitchell, ada beberapa pelanggaran atas kode etik serta kebijakan keamanan termasuk eksfiltrasi dokumen rahasia bisnis yang sensitif.

"Kami mengonfirmasi bahwa ada beberapa pelanggaran atas kode etik kami, serta kebijakan keamanan kami, yang termasuk eksfiltrasi dokumen rahasia bisnis yang sensitif dan data pribadi karyawan lain." ujar perwakilan Google seperti dikutip AFP.

Google sebelumnya memecat peneliti Timnit Gebru, yang merupakan peneliti AI kulit hitam di Silicon Valley. Padahal pasangan ini sudah memimpin tim etika AI selama dua tahun terakhir.

Sehari sebelumnya, Google telah menunjuk Marian Croak sebagai kepala pusat keahlian AI yang bertanggung jawab dalam Google Research.

"Selama enam tahun terakhir dia menjadi wakil presiden di Google yang mengerjakan segala hal mulai dari rekayasa keandalan situs hingga menghadirkan Wifi publik ke rel kereta api India," ujar Senior Manajer Google Sepi Hejazi Moghadam.

Mitchell diskors dari pekerjaannya bulan lalu sebagai respons atas tudingan pengunduhan dan pembagian dokumen perusahaan. Dokumen tersebut bertujuan untuk menunjukkan perlakuan diskriminatif terhadap Timnit Gebru, yang dipecat tahun lalu.

Google Diduga Lakukan Diskriminasi Ras

Dikutip The Guardian, Mitchell dan Gebru telah memimpin tim etika AI Google selama sekitar dua tahun terakhir. Mitchell mengatakan melalui Twitternya bahwa ia terganggu dengan pemecatan Gebru, wakil pemimpin di tim etika AI.

Dalam postingan tersebut, terlampir salinan email tempat Mitchell membagikan pemikirannya tentang masalah tersebut.

"Saya prihatin tentang pemecatan @timnitGebru dari Google dan hubungannya dengan seksisme dan diskriminasi," cuit Mitchell

Gebru adalah pendukung keberagaman yang vokal dan salah satu pendiri kelompok yang meningkatkan bakat kulit hitam dalam artificial intelligence. Pada bulan Desember, lebih dari 1.400 karyawan Google menuntut perusahaan tersebut menjelaskan mengapa mereka memecat Gebru.

Gebru mengatakan lewat akun Twitternya bahwa Google memecatnya setelah dia mengirim pesan ke sebuah kelompok internal, yang kecewa setelah menyuarakan agar lebih banyak keragaman ras di antara staf penelitian Google.

Tidak hanya itu, ia menyatakan keprihatinannya bahwa perusahaan tersebut mulai menyensor penelitian yang kritis terhadap produknya.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK