Pakar Bongkar Vaksin Corona Johnson & Johnson Ampuh 66 Persen

CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2021 20:00 WIB
Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson dinilai layak meski tingkat keampuhan hanya 66 persen. Ilustrasi vaksin corona Johnson & Johnson. (ANTARA FOTO/JOJON)
Jakarta, CNN Indonesia --

Vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson dinilai layak meski tingkat keampuhan atau efektivitas hanya 66 persen. Vaksin Johnson & Johnson diketahui hanya membutuhkan satu dosis untuk mencegah Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat dilaporkan bakal segera mengeluarkan keputusan terhadap nasib vaksin Johnson & Johnson. Sejauh ini, FDA baru memberi izin penggunaan darurat bagi vaksin Covid-19 buatan Pfizer dan Moderna.

Melansir NPR, uji klinis Fase 3 vaksin Johnson & Johnson menunjukkan bahwa vaksin itu 66 persen efektif dalam mencegah kasus Covid-19 kategori sedang hingga parah. Persentase itu kalah jauh jika dibandingkan Moderna dan Pfizer yang mencapai 95 persen.


Peneliti kebijakan kesehatan dan dekan Brown University School of Public Health, Ashish Jha mengaku telah menyarankan kepada keluarganya untuk menerima vaksin Johnson & Johnson setelah disahkan oleh FDA.

"Apa yang saya katakan kepada keluarga saya adalah, segera setelah vaksin J&J disahkan, jika itu yang bisa Anda dapatkan, Anda harus mendapatkannya segera setelah giliran Anda mengantre," kata Jha.

Dia menuturkan bahwa efektivitas 66 persen versus 95 persen bukanlah perbandingan yang tepat karena beberapa alasan.

Dia mencatat bahwa vaksin Johnson & Johnson diuji di pengaturan yang berbeda, yakni di AS, beberapa negara Amerika Latin, dan Afrika Selatan, tempat beberapa varian virus yang mengkhawatirkan pertama kali terlihat.

"Jadi angka 66 persen itu benar-benar merupakan penggabungan dari berbagai uji klinis yang berbeda. Moderna dan Pfizer tidak diuji dalam keadaan tersebut," ujarnya.

Melansir The Washington Post, Jha menuturkan vaksin Johnson & Johnson bukanlah vaksin yang rendah kualitasnya. Dia menegaskan vaksin itu aman, efektif, dan kuat dalam upaya mengakhiri pandemi, mengurangi penderitaan, dan menyelamatkan nyawa.

Poin yang paling penting dalam uji klinis Fase 3 vaksin Johnson & Johnson adalah 100 persen efektif dalam mencegah rawat inap dan kematian akibat Covid-19. Tidak ada satu orang pun dalam studi vaksin Fase 3 yang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena Covid setelah 28 hari menerima vaksin Johnson & Johnson.

Jha menambahkan vaksin Johnson & Johnson menawarkan dua kualitas penting yang tidak dapat diklaim oleh vaksin Pfizer maupun Moderna, yakni vaksin itu diberikan dalam satu dosis dan dapat tetap stabil selama setidaknya tiga bulan pada suhu pendinginan normal.

Hal itu menawarkan kenyamanan bagi profesional perawatan kesehatan dan penerima vaksin tanpa mengorbankan kemanjuran terhadap bentuk penyakit yang paling parah.

(jps/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK