PVMBG: Potensi Bencana Gerakan Tanah di RI Tinggi Maret 2021

CNN Indonesia | Senin, 01/03/2021 13:59 WIB
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ESDM merilis data prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah pada Maret 2021. Ilustrasi pergerakan tanah. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM merilis data prakiraan wilayah potensi terjadi tanah bergerak pada Maret 2021. PVMBG menyebutkan potensi tanah bergerak di sejumlah daerah tetap tinggi pada bulan ini.

"Prakiraan wilayah potensi terjadinya gerakan tanah di Indonesia pada bulan Maret 2021 dibandingkan Februari 2021, potensinya tetap tinggi di seluruh Indonesia," kata Kepala PVMBG Andiani berdasarkan laporan kebencanaan geologi di situs ESDM, Senin (1/3).

Adapun potensi gerakan tanah tersebut meliputi wilayah Jawa. Kemudian meluas ke Bali, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Kalimantan bagian tengah, Sulawesi, Maluku dan Maluku Utara hingga Papua.


Sedangkan, wilayah Sumatera potensi tetap tinggi di wilayah Aceh dan Sumatera Barat namun cenderung meningkat di wilayah Bengkulu dan Lampung bagian barat.

Dalam keterangannya, Andiani juga menyebutkan kewaspadaan tetap tinggi pada Maret 2021 di seluruh wilayah Indonesia dan pada saat turun hujan utamanya di wilayah di pegunungan, perbukitan, jalur jalan, dan seputaran bantaran sungai.

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

Selain itu, PVMBG memberikan rekomendasi terhadap potensi gerakan tanah. Pertama, segera membersihkan material longsor yang menimbun jalan serta selalu mengutamakan keselamatan dan waspada terhadap gerakan tanah susulan.

Kedua, masyarakat yang berada di sekitar lokasi bencana agar selalu meningkatkan kewaspadaan terutama pada saat dan setelah hujan deras yang berlangsung lama karena masih berpotensi terjadinya gerakan tanah susulan.

Kemudian, melandaikan lereng, mengatur drainase, dan pembuatan penahan lereng (talud) yang mengikuti kaidah-kaidah geotek.

Selain itu, perlu memasang rambu rawan longsor di lokasi rawan bencana longsor. Serta menjaga fungsi lahan dengan menanami vegetasi berakar dalam dan kuat serta menata aliran air permukaan pada tebing.

Masyarakat setempat juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah atau BPBD setempat.

(hyg/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK