SATU TAHUN CORONA DI INDONESIA

5 Aplikasi Atasi Covid-19 di Indonesia

CNN Indonesia | Selasa, 02/03/2021 20:02 WIB
Dalam setahun ini, sudah ada 5 aplikasi yang dibuat oleh pemerintah atau swasta terkait dengan penanggulangan Covid-19 tanah air. Ilustrasi aplikasi Covid-19 PeduliLindungi. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pandemi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama satu tahun sejak teridentifikasi pertama kali pada 2 Maret 2020. Sejumlah upaya telah dilakukan berbagai pihak untuk menanggulangi penyakit tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuat aplikasi. Setidaknya ada 5 aplikasi yang dibuat oleh pemerintah atau swasta terkait dengan Covid-19.

1. PeduliLindungi

PeduliLindungi adalah aplikasi buatan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bisa diunduh lewat smartphone. Aplikasi sejenis Trace Together milik Singapura itu punya kemampuan mengawasi pasien positif corona (SARS-CoV-2) di Indonesia.


Melansir halaman PeduliLindungi, pengguna aplikasi akan mendapatkan notifikasi jika berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi COVID-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

Pada saat mengunduh PeduliLindungi, sistem akan meminta persetujuan pengguna untuk mengaktifkan data lokasi. Dengan kondisi lokasi aktif maka secara berkala aplikasi akan melakukan identifikasi lokasi pengguna, serta memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi penyebaran Covid-19.

Aplikasi itu juga memiliki fitur Teledokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Masyarakat dapat mengunduh apliksi itu di Play Store dan App Store.

2. 10 Rumah Aman

Aplikasi 10 Rumah Aman adalah aplikasi buatan Kantor Staf Presiden (KSP) yang didukung oleh Kemenkominfo. Salah satu fitur yang ditawarkan adalah masyarakat dapat memeriksakan kesehatan mereka secara mandiri.

Fitur itu bertujuan agar masyarakat tidak terburu-buru ke rumah sakit saat Covid-19 sudah semakin meluas di Indonesia. Aplikasi itu juga diklaim berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI).

Teknologi AI menghubungkan data berbasis peta dan lingkungan sekitar melalui perangkat telepon seluler dan terhubung dengan platform media sosial.

Melansir laman Ditjen Aptika Kominfo, terdapat fitur-fitur yang berkaitan dengan langkah pencegahan dan penanganan Covid-19, seperti pencatatan suhu tubuh secara berkala oleh komunitas dalam aplikasi itu.

Beberapa menu yang terpampang dalam aplikasi itu, seperti Cek Suhu Tubuh, Jadi Pejuang Aman, Info untuk Kesehatanmu, Seputar Covid-19, Cek Kesehatanmu di Sini, Whatsapp Covid-19, dan Pantau Peta Suhu Tubuh.

Aplikasi itu juga menghadirkan toko daring yang menjual kebutuhan sehari-hari, seperti Rego Pantes dari 8Villages hingga Sayur Box dan TaniHub. Ada juga aplikasi konsultasi kesehatan dari Prixa hingga Kimia Farma.

Aplikasi ini juga akan terintegrasi dengan beberapa aplikasi lain seperti PeduliLindungi, Halodoc, Alodokter, Good Doctor, Sahabatdokter, SehatQ, Sehatpedia, dan KlikDokter. Masyarakat dapat mengunduh aplikasi itu di Google Play Store.

3. Bersatu Lawan COVID-19

Bersatu Lawan COVID-19 adalah aplikassi buatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Lewat aplikasi itu, masyarakat diklaim dapat mengetahui kerentanan lokasi persebaran COVID-19 di sekitarnya.

Melansir laman resmi, sebaran COVID-19 juga dapat dilihat secara mudah lewat aplikasi itu karena dijasikan dengan tampilan secara spasial.

Selain masyarakat, aplikasi ini dapat digunakan oleh petugas kesehatan. Mereka dapat melihat perkembangan pasien, fitur pemeriksaan rapid diagnostic test atau RDT, dan data riwayat medis pasien.

Masyarakat dapat mengunduh aplikasi BLC di Google Play Store dan App Store.

Siranap RS Hingga DokterSafe

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK