Efikasi Vaksin Covid-19 Anhui Diharapkan di Atas 50 Persen

CNN Indonesia | Jumat, 05/03/2021 06:17 WIB
Uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui oleh Unpad diharapkan bisa memiliki efikasi sesuai saran Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ilustrasi vaksin Covid-19 Anhui. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 Anhui yang dilakukan tim peneliti Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) diharapkan bisa memiliki efikasi di atas 50 persen sesuai saran Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapatkan persetujuan emergency use authorization (EUA) dari Badan POM.

"Kita berharap tentunya efikasinya di atas ambang batas WHO, di atas 50 persen," kata peneliti utama uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 FK Unpad Rodman Tarigan, Kamis (4/3).

Lebih jauh Rodman mengatakan, hasil uji klinis fase I dan II dari vaksin rekombinan Anhui ini dinyatakan aman dan memberikan kekebalan yang sangat bagus. Oleh karena itu, pada uji klinis fase III kali ini tim peneliti akan menentukan efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin asal China itu.


"Kita harapkan agar semua uji klinis ini berjalan lancar," ujar Dosen Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK Unpad itu.

Rodman menjelaskan, uji klinis fase III ini sudah mendapatkan izin dari Komite Etik RSHS, izin uji klinis dari Badan POM, serta sudah terdaftar di Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes.

Proses uji klinis sendiri akan berlangsung selama 12 sampai 14 bulan. Lokasi penelitian dilakukan di Bandung dan Jakarta dengan target sukarelawan mencapai 4.000 orang mulai dari usia 18 tahun.

Setiap relawan akan dilakukan penyuntikan vaksin atau plasebo selama tiga kali dengan interval satu bulan sekali. Selain itu, tim riset juga akan memantau kondisi setiap relawan selama uji klinis berlangsung.

Hasil dari uji klinis nantinya akan dilaporkan ke Badan POM. Selanjutnya, hasil uji klinis akan menjadi pertimbangan Badan POM untuk menerbitkan Izin Penggunaan Darurat atau EUA. Diharapkan, EUA paling cepat akan dikeluarkan pada September 2021.

Sementara itu, Guru Besar FK Unpad Kusnandi Rusmil menjelaskan, vaksin rekombinan atau vaksin yang diambil dari bagian kecil virus yang masih hidup memiliki kesamaan dengan vaksin yang diambil dari virus inaktif.

Kusnandi mencontohkan, salah satu vaksin rekombinan yang umum digunakan di Indonesia adalah vaksin Hepatitis B.

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Anhui di Bandung

Di Bandung, uji klinis fase III vaksin rekombinan Covid-19 akan mengikutsertakan 2.000 relawan yang berlokasi di 6 rumah sakit. Terdapat enam rumah sakit di Bandung yang ditunjuk sebagai lokasi uji klinis, antara lain RS Hasan Sadikin, RS Immanuel, RS Advent, RS Al-Ihsan, RS Unggul Karsa Medika, dan RSIA Limijati.

Sampai saat ini, sudah 572 subjek yang terdaftar sebagai sukarelawan. Rodman membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin menjadi relawan uji klinis vaksin rekombinan Anhui.

"Pendaftaran uji klinis akan dibuka hingga akhir April 2021," ucap Rodman.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berharap dengan adanya vaksin rekombinan Anhui, minimal 70 persen penduduk di Kota Bandung khususnya, bisa mendapatkan dosis vaksin Covid-19.

(hyg/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK