Mengenal Dewa Kipas Dadang Subur, Pecatur Online yang Viral
Selain bermain catur, Dadang mengaku sering bermain tenis meja dan kerap bertanding di lingkungan pekerjaanya. Kepiawaian dalam bermain tenis meja membuatnya diberi julukan sebagai Dewa Kipas oleh rekan bermainnya.
"Makanya itu kata orang itu kalo saya main pingpong itu selalu menang, makanya disebut sebagai dewa kipas. Ibaratnya itu nama badge saya lah," kelakarnya.
Usai diblokirnya akun Chesse.com miliknya, Dadang mengaku bersyukur karena diberi takdir untuk menyelesaikan olahraga otak tersebut. Karena, menurutnya, bermain catur lewat platform tersebut disebutnya hanya untuk melepas rasa bosan di masa pensiun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah saya sekarang ini benar-benar berhenti dari catur. Karena sejak Februari lalu dikasih tau sama Ali, saya main ini jor-joran banget. Sehabis sholat main, sehabis makan, main. Ya akhirnya saya berhenti," kata pemilik akun Dewa Kipas.
Pria berusia 60 tahun itu mengaku selalu menulis langkah dan strategi lawan ketika bermain catur di aplikasi Shredder Chess, sehingga membuatnya selalu menang hampir 98 persen dari keseluruhan pertandingan.
Setelah mengetahui platform online Chesse.com Dadang mencoba bertanding dengan pemain lain secara online, dan akhirnya dapat mengalahkan Internasional Master Gotham Chess.
Lebih lanjut ia mengimbau kepada para atlet catur Indonesia untuk tetap berlatih dan melek terhadap teknologi. Hal ini disampaikan setelah mengetahui bahwa permainan catur lewat daring dapat mengasah kemampuan pertandingan catur.
"Saya mah mau ngingetin buat atlet catur untuk terus semangat berlatih, salah satunya juga pakai cara online buat ngasah permainan," kata Dadang.
"Tapi kalau saya disuruh tanding ulang yah sama Gotham Chess, saya ga mau lah. Sudah aja cukup. Nanti malah menimbulkan hal-hal yang dapat mempermalukan dia," tutup Dadang.
[Gambas:Video CNN]
Dadang Subur, pemilik akun catur online Dewa Kipas buka-bukaan soal polemik permainan dengan Gotham Chess. Ia menilai permainan dengan lawannya di Chess.com itu sengaja dibuat emosional. Ia menduga pancingan untuk emosi sengaja dilancarkan untuk menekan Dadang agar cepat menyelesaikan permainan secara cepat.
"Dia (Gotham Chess) teorinya bagus, langkah tengah itu ada sedikit emosional yang ingin menekan saya. Gotham cheese itu ingin membunuh secara cepat tapi pertahanan saya kokoh," ujar Dadang kepada CNNIndonesia.com, Jumat (5/3).
Lebih lanjut ia menjelaskan langkah Gotham pada pertandingan daring yang digelar pada Rabu lalu itu dimanfaatkan untuk berbalik serang dan berakhir pada kekalahan Internasional Master catur daring, Gotham Chess.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertandingan tersebut digelar menggunakan platform chess.com yang disiarkan langsung lewat Twitch. Banyak para pendukung Gotham yang menonton aksi perhelatan idolanya. Namun pendukung diduga kesal akibat kemenangan yang diraih oleh Dewa Kipas.
Dadang menjelaskan awal mula ketertarikannya dalam dunia catur. Ia mengatakan olahraga catur sudah dimulai sejak umur belasan, pada saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bandung.
"Awal saya main itu pas sekitar SMP, saat usia 14 tahun di tempat tinggal saya di Bandung. Tapi dulu main-nya masih tahap otodidak," kata Dadang.
Namun ia menjelaskan dari semua pemain catur otodidak di lingkungannya, Dadang yang paling unggul dan mengalahkan semua pemain. Di saat itulah Dadang diajak oleh rekannya untuk mendalami teori, dari teori pertahanan, penyerangan hingga menghafal langkah lawan.
"Akhirnya saya cukup paham dengan gaya permainan yang berdasarkan teori," kata Dadang.
Lebih lanjut Dadang menjelaskan dengan kepiawaiannya dalam bermain catur itu mengharumkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jasindo, tempat ia bekerja. Ia mengaku makin sering bermain catur di saat sudah bekerja di perusahaan plat merah tersebut.
"Karena dulu petinggi kantor saya itu suka catur, jadi sering saya diutus jadi perwakilan kalau ada pertandingan catur yang mencakup perusahaan-perusahaan BUMN," katanya.
Dadang menyebut ia juga sempat meraih juara 1 ketika bertanding di Singkawang, Kalimantan Barat. Gelar itu disebut sebagai capaian tertingginya dalam kiprah bermain catur semasa hidupnya.
Asal Usul Julukan Dewa Kipas
Ilustrasi catur. (morgueFile/mconnors)
Selain bermain catur, Dadang mengaku sering bermain tenis meja dan kerap bertanding di lingkungan pekerjaanya. Kepiawaian dalam bermain tenis meja membuatnya diberi julukan sebagai Dewa Kipas oleh rekan bermainnya.
"Makanya itu kata orang itu kalo saya main pingpong itu selalu menang, makanya disebut sebagai dewa kipas. Ibaratnya itu nama badge saya lah," kelakarnya.
Usai diblokirnya akun Chesse.com miliknya, Dadang mengaku bersyukur karena diberi takdir untuk menyelesaikan olahraga otak tersebut. Karena, menurutnya, bermain catur lewat platform tersebut disebutnya hanya untuk melepas rasa bosan di masa pensiun.
"Alhamdulillah saya sekarang ini benar-benar berhenti dari catur. Karena sejak Februari lalu dikasih tau sama Ali, saya main ini jor-joran banget. Sehabis sholat main, sehabis makan, main. Ya akhirnya saya berhenti," kata pemilik akun Dewa Kipas.
Pria berusia 60 tahun itu mengaku selalu menulis langkah dan strategi lawan ketika bermain catur di aplikasi Shredder Chess, sehingga membuatnya selalu menang hampir 98 persen dari keseluruhan pertandingan.
Setelah mengetahui platform online Chesse.com Dadang mencoba bertanding dengan pemain lain secara online, dan akhirnya dapat mengalahkan Internasional Master Gotham Chess.
Lebih lanjut ia mengimbau kepada para atlet catur Indonesia untuk tetap berlatih dan melek terhadap teknologi. Hal ini disampaikan setelah mengetahui bahwa permainan catur lewat daring dapat mengasah kemampuan pertandingan catur.
"Saya mah mau ngingetin buat atlet catur untuk terus semangat berlatih, salah satunya juga pakai cara online buat ngasah permainan," kata Dadang.
"Tapi kalau saya disuruh tanding ulang yah sama Gotham Chess, saya ga mau lah. Sudah aja cukup. Nanti malah menimbulkan hal-hal yang dapat mempermalukan dia," tutup Dadang.