Ahli Ungkap Jejak Neanderthal 100 Ribu Tahun Lalu

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Rabu, 14/04/2021 18:54 WIB
Para peneliti mengatakan manusia purba terdiri dari 36 Neanderthal berjalan di sepanjang pantai sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Foto: Dok. Lars Ewald Jensen/Museum Lolland-Falster
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim peneliti dilaporkan telah berhasil menganalisis fosil jejak kaki di pengunjung pantai yang sekarang menjadi kawasan Spanyol selatan. Mereka mengatakan itu adalah jejak kaki manusia purba Neanderthal.

Para peneliti mengatakan sebuah keluarga besar yang terdiri dari 36 Neanderthal berjalan di sepanjang pantai sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Dia dalam kelompok itu terdapat anak-anak melompat dan bermain-main di pasir.

"Kami telah menemukan beberapa area di mana beberapa jejak kaki kecil tampak berkelompok dalam pengaturan yang kacau," kata Eduardo Mayoral, seorang paleontolog di Universitas Huelva, melansir Live Science.


Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Scientific Reports, Mayoral dkk mengatakan jejak kaki itu bisa menunjukkan area perjalanan individu yang sangat muda, seolah-olah mereka sedang bermain atau berkeliaran di pantai daerah yang tergenang air di dekatnya.

Pada Juni 2020, dua ahli biologi menemukan jejak di pantai Matalascanas, di Taman Nasional Donana, setelah periode badai hebat dan air pasang. Para ahli biologi pertama kali melihat jejak binatang yang membatu, beberapa jejak kaki dibuat dahulu kala oleh hewan besar, seperti rusa atau babi hutan.

Baru kemudian, setelah tim Mayoral menganalisis jejak tersebut, ada yang menyadari bahwa beberapa adalah jejak kaki Neanderthal.

"Tidak ada yang mengenali keberadaan jejak kaki hominid pada waktu itu, yang baru ditemukan oleh tim saya dua bulan kemudian, ketika kami mulai mempelajari seluruh permukaan secara mendetail," ujarnya.

Dalam jurnal dipaparkan, Mayoral dan koleganya mengidentifikasi 87 jejak kaki Neanderthal di batuan sedimen di pantai di Matalascanas. Selueuh jejak itu diklaim berasal dari 36 individu.

Permukaan yang terekspos berasal dari periode Pleistosen Atas, sekitar 106 ribu tahun yang lalu, ketika perkakas batu kuno yang ditemukan di dekatnya menunjukkan bahwa wilayah tersebut dihuni oleh Neanderthal (Homo neanderthalensis).

Pemburu-pengumpul ini hidup di Eropa dan Timur Tengah antara 400 ribu dan 40 ribu tahun yang lalu, sementara manusia modern awal (Homo sapiens) tiba di sana sekitar 80.000 tahun yang lalu. Bahkan para peneliti mengira jejak itu bisa jadi jejak kaki Neanderthal tertua yang pernah ditemukan di Eropa.

Secara lebih spesifik, Mayoral menyampaikan seluruh jejak kaki yang ditemukan berasal dari 11 anak-anak dan 25 orang dewasa, yang terdiri dari lima perempuan, 14 laki-laki dan enam individu dari jenis kelamin yang belum diketahui.

Dari analisis, sebagian besar orang dewasa yang berjalan di pantai akan memiliki tinggi antara 4 dan 5 kaki (1,3 sampai 1,5 meter), tetapi empat cetakan tampaknya dibuat oleh seseorang yang tingginya lebih dari 1,8 m. Itu lebih tinggi dari ketinggian yang diperkirakan dari Neanderthal, jadi cetakannya mungkin dibuat oleh individu yang lebih pendek dengan gaya berjalan yang berat, tulis para peneliti.

Selain itu, ada juga dua jejak kaki terkecil, panjangnya kira-kira 6 inci (14 cm), yang diperkirakan dibuat oleh seorang anak berusia sekitar 6 tahun. Ada dugaan mereka sedang bermain di pasir di tepi lubang air.

(jps/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK