DFSK Indonesia Bicara Produksi Mobil Listrik di Cikande

fea, CNN Indonesia | Jumat, 16/04/2021 11:46 WIB
DFSK Indonesia menyatakan sudah menyiapkan mobil listrik selain Gelora E, bahkan disebut siap diproduksi lokal, jika memenuhi syarat volume penjualan. DFSK Glory E3. (Sokonindo Automobile (DFSK))
Jakarta, CNN Indonesia --

Sokonindo Automobile (DFSK Indonesia) mengindikasikan Gelora E bukan satu-satunya mobil listrik yang akan ditawarkan di Indonesia. CEO DFSK Indonesia Alexander Barus menjelaskan pihaknya bahkan ingin memproduksi mobil listrik di pabrik mereka di Cikande, Serang, Banten.

"Gelora E dalam bentuk van, tahun lalu kita kenalkan SUV E3 kemudian di China kita sudah mengembangkan sedan Seres. Ini sama dengan Tesla Model X dan S, tapi tentunya kita akan bertahap masuk pasar Indonesia sampai terbentuk ekosistemnya nanti," kata Barus saat konferensi pers di Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis (15/4).

Seres, atau nama lengkapnya Jingkang Seres, adalah anak perusahaan otomotif dari Sokon Group. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan nama SF Motors ini berbasis di California, Amerika Serikat.


Seres sudah menghasilkan berbagai mobil listrik seperti SF7, SF5, dan ix3/Seres 3 yang merupakan rebadge Dongfeng Fengon E3 atau dikenal di Indonesia dengan nama DFSK Glory E3.

Unit impor DFSK Glory E3 setir kiri sudah pernah dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Auto Show pada 2019. Namun sejauh ini DFSK Indonesia hanya memperlakukannya sebagai barang pameran, bukan untuk dijual di dalam negeri.

Menurut Barus, pihaknya siap memproduksi mobil listrik di pabrik Cikande. Meski begitu dia menyebut salah satu syaratnya pasar mobil listrik sudah terbentuk.

"Tentu ini adalah satu keputusan berdasarkan perkembangan pasar kendaraan listrik di dalam negeri. Kami belum bisa bangun dengan skala pasar seperti ini," ucap Barus.

DFSK Gelora E meluncur di IIMS, Kamis (15/4).DFSK Gelora E. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)

Menurut Barus pihaknya tidak bisa memutuskan memproduksi mobil listrik, misalnya Gelora E, jika volume penjualannya hanya 5 ribu unit per tahun atau 416 unit per bulan.

"Tetapi kalau jualannya hanya 5 ribu setahun, skala ekonomi tidak masuk. Paling tidak kalau bisa 15 ribu unit saja setahun, kita bisa produksi," katanya.

Barus menjelaskan pabrik DFSK Indonesia di Cikande sanggup memproduksi mobil listrik tanpa begitu banyak perubahan. Kata dia, karena pabrik ini sudah berstandar industri 4.0, berarti hanya tinggal mengubah program untuk produksi mobil listrik lalu mendatangkan komponen-komponen yang dibutuhkan.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK