Huawei Luncurkan Satelit Jaringan 6G Juli 2021

CNN Indonesia | Rabu, 28/04/2021 01:36 WIB
Perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei akan meluncurkan dua satelit untuk lanjutan jaringan 5G, yakni 6G pada Juli 2021. Ilustrasi 6G. (iStockphoto/sompong_tom)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan raksasa teknologi asal China, Huawei dilaporkan akan meluncurkan dua satelit ruang angkasa untuk lanjutan jaringan 5G, yakni 6G pada Juli 2021.

Teknologi 5G kini telah menjadi arus utama dalam dukungan jaringan pada penjualan ponsel. Meskipun penyebaran jaringan 5G masih terbatas di negara-negara maju, namun beberapa negara berkembang tengah mengupayakan jaringan generasi kelima itu.

Seiring derasnya arus perbaruan teknologi, kini perusahaan mulai mengembangkan teknologi generasi berikutnya, yakni 6G.


Sebuah laporan yang datang dari China, yang dibeberkan oleh sumber terdekat dengan Huawei, Chang'an Shumajun mengatakan pihaknya siap luncurkan dua satelit bersama-sama dengan kemitraan dua perusahaan China pada Juli tahun ini.

Hal tersebut bertujuan untuk memverifikasi teknologi jaringan 6G yang telah dikembangkan perusahaan. Dengan peluncuran satelit untuk verifikasi 6G, Huawei akan menjadi pemimpin utama dalam penelitian dan pengembangan teknologi 6G secara global.

Melansir Gizmo, peluncuran tersebut merupakan upaya bersama dari Huawei, China Mobile, dan perusahaan antariksa nasional. Hal ini memiliki arti penting bagi teknologi China untuk peralihan jaringan berikutnya.

Para ahli percaya bahwa teknologi 6G akan 50 kali lebih cepat dibandingkan 5G. Selain itu jaringan 6G, yang mengirimkan frekuensi lebih tinggi menggunakan satelit untuk komunikasi, bukan stasiun pangkalan (BTS) di mana akan ada penetrasi yang rendah.

Chairman of Huawei Xu Zhijun mengumumkan pada awal bulan ini pihaknya akan meluncurkan jaringan 6G untuk tahun 2030, dan akan segera merilis brosur terkait 6G, untuk menjelaskan kepada industri apa itu teknologi 6G.

China disebut unggul dalam pengembangan jaringan 5G di seluruh dunia, dan kemungkinan ke depannya akan memimpin perkembangan jaringan telekomunikasi tersebut, meski banyak diberi sanksi dan pembatasan oleh Amerika Serikat.

Dikutip Global Times, pada 2019 lalu Huawei menyatakan visinya untuk meluncurkan lebih dari 10.000 satelit untuk menyediakan layanan 6G yang mencakup global, pada konferensi 6G summit.

Potensi teknologi 6G adalah sesuatu yang tidak dapat diabaikan oleh pemerintah atau perusahaan meskipun faktanya masih dalam tahap awal penelitian dan pengembangan.

Akhir tahun lalu, China meluncurkan satelit percobaan 6G pertama di dunia dari Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan di Provinsi Shanxi, China Utara. Hal ini menandai terobosan dalam eksplorasi teknologi komunikasi ruang angkasa.

(can/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK