Startup yang Sasar Kreator RI Diguyur Investor Xiaomi Rp46 M

CNN Indonesia | Sabtu, 24/07/2021 21:16 WIB
Startup social commerce asal Indonesia yang menyasar influencer dan kreator diguyur dana pra seri A Rp46 miliar. Ilustrasi Startup. (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Startup social commerce asal Indonesia yang menyasar influencer dan kreator konten, Desty diguyur dana pra seri A Rp46 miliar atau US$3,2 juta. Investasi ini dipimpin oleh investor utama perusahaan Xiaomi, 5Y Capital.

Perusahaan modal ventura asal Tiongkok 5Y Capital itu sebelumnya bernama Morningside Venture. Pendanaan untuk Desty diklaim sebagai investasi pertama 5Y Capital di Indonesia. Selain Xiaomi, 5Y Capital berinvestasi di pengembang aplikasi video pendek Kuaishou.

Investor lain yang berpartisipasi yakni Fosun RZ Capital, January Capital, IN Capital, serta East Ventures yang menjadi penanam modal tahap awal.


Co-Founder sekaligus CEO Desty Mulyono Xu mengatakan industri e-commerce Asia Tenggara bisa tumbuh lebih baik saat penjual, influencer, dan kreator memiliki satu tempat untuk mengumpulkan semua link situs utama mereka.

"Tim kami memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun dalam memberdayakan penjual dan operasi digital, yang kami yakini merupakan faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia," kata Mulyono dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/7).

Menurut Mulyono, merchant harus bisa mengelola berbagai aset digital mereka dengan mudah untuk terus beradaptasi di pasar Indonesia yang sangat dinamis.

Menurut Mulyono, merchant butuh menghadirkan berbagai opsi tempat belanja untuk konsumen, baik melalui marketplace, di situs mereka sendiri, ataupun via media sosial agar masing-masing kanal penjualan bisa saling melengkapi satu sama lain.

"Hal ini akan mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal dan menciptakan bisnis yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang," tambah Mulyono.

Willson Cuaca, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures mengatakan sepanjang tahun 2020, transaksi e-commerce melonjak 18,1 persen menjadi 98,3 juta, dengan 12 juta pengguna baru yang bergabung ke e-commerce.

Selain itu, dari semua saluran penjualan yang ada, platform yang paling disukai dan dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk berbelanja adalah marketplace (97 persen), domain/situs web bisnis sendiri (91 persen), dan media sosial (82 persen).

"Dengan adanya pandemi yang mengakselerasi perpindahan ke ranah digital, kehadiran startup social commerce pun semakin dibutuhkan oleh masyarakat luas," jelas Willson. 

Sementara itu, Hanson Hu, VP of Investment 5Y Capital mengatakan tautan merupakan kunci di dalam ekosistem internet. Perusahaan internet yang hebat menciptakan tautan, mereka menghubungkan orang dengan orang, online dengan offline, dan permintaan dengan suplai.

"Di dunia e-commerce, terdapat peluang yang sangat besar dalam menghubungkan sosial dan konten dengan transaksi e-commerce seperti yang telah kami lihat di Tiongkok," jelas Hanson.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK