Tren Bisnis Baru Pandemi: Sewa Kantor Virtual Meningkat

CNN Indonesia | Rabu, 20/01/2021 02:04 WIB
Selama pandemi Covid-19, tren bisnis baru penyewaan coworking space dan ruangan untuk live streaming disebut meningkat. Ilustrasi coworking space. (AFP/KAZUHIRO NOGI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Co-founder XWORK, sebuah marketplace khusus untuk penyewaan ruangan kerja dan acara, William Budihardjo mengungkapkan selama pandemi Covid-19, ada sedikit perubahan tren bisnis online.

Jika dulu permintaan ruangan meeting cukup mendominasi, kini justru lebih banyak permintaan untuk tiga kategori utama.

"Tiga tren baru itu adalah ruangan untuk pemotretan, syuting, dan live streaming. Kedua, ruang meeting dengan perangkat telekonferensi. Ketiga, ruangan untuk tunangan atau pernikahan berskala kecil," kata William lewat keterangan tertulis, Selasa (19/1).


Di luar tiga kategori tersebut, XWORK juga melihat adanya peningkatan permintaan coworking space dan kantor virtual, terutama karena meningkatnya jumlah pengusaha baru selama pandemi.

"Kami rasa perubahan tren ini akan terus berlangsung bahkan setelah pandemi berakhir. Pasca-pandemi, dengan meluasnya vaksinasi, kami rasa acara bisnis skala medium dan besar akan kembali diadakan, karena hubungan tatap muka masih akan perlu dilakukan," jelas William.

Lebih lanjut, William juga menjelaskan soal konsep ekonomi berbagi (sharing economy) menjadi fenomena baru yang diperkenalkan beberapa tahun lalu oleh startup global ternama, Airbnb.

Dalam hal ini, Airbnb menjadi platform penghubung yang mempertemukan pemilik aset tempat penginapan dengan pihak yang membutuhkan aset mereka. Konsep ini bisa memberikan penghematan biaya bagi pengguna, tambahan pendapatan bagi pemilik aset, serta berbagai kemudahan untuk kedua belah pihak dalam bertransaksi.

Di Indonesia sendiri, Airbnb mencatatkan peningkatan pertumbuhan sebesar 40 persen; dari 43.700 pada tahun 2017 menjadi 61.000 per bulan Mei 2020.

Walaupun terdampak pandemi, pada periode April-Juni 2020, tingkat okupansi Airbnb di daerah destinasi wisata, seperti Bali dan Yogyakarta, jauh melebihi okupansi di hotel berbintang.

Merambah ke industri penyewaan ruangan, Airbnb juga mengakuisisi startup Gaest, Airbnb for Meeting & Event Space asal Denmark. Akuisisi Airbnb terhadap startup Gaest bertujuan untuk memaksimalkan utilisasi listing dengan merambah kebutuhan lain di luar menginap, seperti kebutuhan meeting perusahaan, acara komunitas, dan lainnya.

Melihat fakta dan peluang yang ada, XWORK mengembangkan konsep ekonomi berbagi ala Airbnb ini untuk memperbaiki carut-marut industri penyewaan ruangan di Indonesia.

Menurut survei yang diadakan oleh XWORK, 40 persen perusahaan/institusi selama ini kesulitan menghubungi penyedia ruangan karena kurang responsif. Padahal, 63 persen calon penyewa berharap bisa mendapatkan respons atau jawaban dalam kurun waktu tiga jam.

Di luar itu, pihak penyewa juga kesulitan membandingkan spesifikasi dan harga ruangan dari opsi-opsi yang ada. Faktanya, survei XWORK menunjukkan bahwa 67 persen responden biasanya harus melakukan perbandingan antara lima opsi venue sebelum membuat keputusan.

Menjawab tantangan yang ada di pasaran, XWORK telah menyiapkan sejumlah fitur dan strategi. Salah satunya, menyediakan fitur bantuan pelanggan secara online yang dapat menjawab semua pertanyaan dari pihak penyewa secara cepat dan informatif.

Selain itu juga mengadopsi teknologi internet mobile sehingga mempermudah penyewa yang mencari ruangan untuk berbagai kebutuhan rapat bisnis, co-working space, studio foto, telekonferensi, lamaran, pernikahan, bahkan hingga studio untuk live streaming.

(dal/DAL)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK