Injak Kepala di Papua, Netizen Ungkit Peristiwa George Floyd

CNN Indonesia | Selasa, 27/07/2021 21:37 WIB
Aksi kekerasan aparat TNI AU terhadap warga Papua mendapat kritik tajam dari warganet. Aksi kekesaran aparat terhadap warga Papua. (Foto: Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aksi kekerasan aparat TNI AU terhadap warga Papua mendapat kritik tajam dari warganet pengguna media sosial Twitter. Warganet menilai aksi tersebut tidak pantas dan dinilai arogan.

Menurut warganet tidak seharusnya aparat bertindak semena-mena dalam memperlakukan masyarakat Indonesia. Di antara banyak netizen yang mengeluhkan kejadian itu yaitu pemilik akun @oheybb.


Pemilik kun bernama Dicky yang tidak sudah dengan sikap aparat juga dilontarkan pemilik akun Dikcy. Menurutnya, tidak seharusnya aparat TNI berlaku kasar kepada warga Papua. Aparat juga seharusnya menghindari ucapan negatif untuk warga Papua.

"Kamu mabuk, ya? Kamu mabuk, ya? Begitu terus. Stigmanya kan begitu. Orang asli Papua selalu digambarkan pemabuk, pengacau dst," tulis Dicky.

Pengguna media sosial Twitter lain menilai aparat TNI AU itu sudah melampaui batas.

Tidak sedikit warganet yang menyamakan kekerasan TNI tersebut dengan aksi aparat di Amerika Serikat terhadap pria berkulit hitam bernama George Floyd. Mereka juga membuat foto pembanding antara kejadian di Papua dan yang menimpa Floyd.

Floyd diketahui mendapat kekerasan serupa dan berujung tewas. Ia kehabisan napas usai lehernya diinjak menggunakan dengkul oleh aparat. Kekerasan itu lantas mendapat penolakan keras dan berbuntut panjang hingga membuat kerusuhan dan unjuk rasa saat itu.

Tanda pagar mengenai George Floyd bahkan kini trending dengan lebih dari 6.000 cuitan.

Sebelumnya dalam video berdurasi 1:20 menit yang tersebar terlihat dua anggota berseragam TNI AU sedang mengamankan seorang pria diduga mabuk. Namun salah satu anggota TNI AU itu menginjak kepala pria tersebut dengan menggunakan sepatu.

Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah membenarkan kejadian itu dan menyebut dua anggota tersebut sudah ditahan.

"Betul kejadiannya, kemarin (26/7) siang di Merauke," kata Indan dalam pesan singkatnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (27/7).

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK