13,7 Juta UMKM Sudah Jualan Online, Masih Terfokus di Jakarta

CNN Indonesia | Kamis, 29/07/2021 21:55 WIB
Pelaku UMKM online di daerah diminta untuk terus diperbanyak terutama saat kondisi pandemi Covid-19 yang belum menentu. Ilustrasi UMKM. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kementerian Koperasi dan UKM) mengklaim pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) online terus meningkat.

Stafsus Kemenkop dan UKM Agus Santoso menjelaskan saat ini pelaku UMKM yang sudah go digital sudah mencapai 13,7 juta dari 64 juta pelaku UMKM yang tersebar di Tanah Air.

"Target 30 juta pelaku UMKM sudah online di 2024 yakin tercapai," kata Agus saat Webinar bersama Sirclo, Kamis (29/7).


Agus menjelaskan di periode secara Year-on-Year (YoY) di kuartal pertama tercatat peningkatan transaksi di e-commerce yang sangat besar.

"Antara 2020 dan 2021 ada peningkatan transaksi online sebesar 548 juta transaksi atau 99 persen sementara untuk nilai transaksi meningkat 52 persen senilai Rp88 triliun," kata Agus.

Tak hanya itu, pembayaran di marketplace dan e-commerce yang difasilitasi pemerintah dan BI (Bank Indonesia) melalui sistem pembiayaan QRIS terus meningkat. Peningkatannya hingga 9 Juli 2021 pengguna QRIS sudah mencapai 7,6 juta orang.

"Ini tentu menggembirakan karena adanya peluang mendorong UMKM online dan less cash society," kata Agus.

Masih Terfokus di Jakarta

Di diskusi yang sama, Brian Marshal, Founder dan Chief Executive Officer dari Sirclo mengatakan dengan kebijakan PPKM yang diperpanjang imbas Covid-19 yang membatasi kapasitas operasional ritel offline, UMKM di Indonesia semakin membutuhkan peran e-commerce untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan konsumen.

Namun menurut Brian, berdasarkan data, mayoritas UMKM yang menggunakan teknologi toko online masih terfokus di Jakarta. Saat ini UMUM yang pakai Sirclo terbanyak di DKI Jakarta (40.5 persen). Menyusul Jawa Barat (21 persen), Jawa Timur (7 persen) dan Jawa Tengah (6.5 persen).

"Potensi pertumbuhan bagi UMKM di luar kota-kota besar untuk go digital harus perlu didorong," kata Brian.

Sirclo sendiri telah meluncurkan program #MerdekaJualanOnline untuk menyediakan modul penjualan online khusus bagi para UMKM dengan paket 'Starter' untuk berjualan di website, platform marketplace, ataupun Whatsapp, secara gratis.

Faktanya, tambah Brian, UMKM adalah salah satu penggerak utama perekonomian di Indonesia. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah UMKM di Indonesia mencakup 99 persen dari keseluruhan usaha yang beroperasi di Indonesia.

Sektor ini memiliki peranan penting dalam menyediakan lapangan pekerjaan, dan telah menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional.

Potensi yang sangat besar dari UMKM tentunya harus turut didukung oleh berbagai pemain di industri e-commerce, salah satunya pemerintah, marketplace, berbagai partner logistik, payment gateway, hingga sesama brand lokal, agar menjadikan ekosistem industri ini tumbuh kuat dan terus berkembang dengan pesat.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Indonesia, Teten Masduki mengakui bahwa kapasitas produksi UMKM masih kecil.

"Kita memiliki target agar 30 juta UMKM terhubung dengan online di tahun 2024. Kapasitas produksi UMKM masih kecil, sehingga mereka membutuhkan solusi yang ada peluangnya untuk difasilitasi," kata Teten untuk acara Sirclo.

"Brand lokal perlu didukung hingga mereka bisa naik kelas, karena kita ingin menambah jumlah persentase kewirausahaan dalam negeri, yang masih lebih rendah dibanding negara-negara tetangga," tambah Teten.

(dal/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK