Kemendikbud Jelaskan Soal Spesifikasi Minim Laptop Rp10 Juta

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 18:21 WIB
Kemendikbud beri penjelasan soal kisruh harga laptop pelajar yang disebut spesifikasi minimal tapi dihargai Rp10 juta per unit. Ilustrasi. Kemendikbud beri penjelasan soal kisruh harga laptop pelajar yang disebut spesifikasi minimal tapi dihargai Rp10 juta per unit.(CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut sangat mungkin spesifikasi laptop yang dianggarkan untuk pelajar lebih tinggi.

Sebelumnya, tertulis sejumlah spesifikasi laptop pada lampiran Peraturan Mendikbud no. 5 tahun 2021 tentang juknis operasional dana alokasi khusus fisik bidang pendidikan.

Karo Perencanaan Kemendikbudristek, M Samsuri mengatakan spesifikasi laptop yang tertulis dalam juknis tersebut adalah harga standar minimal. Sehingga, sangat mungkin jika spesifikasi laptop yang dibeli oleh sekolah lebih tinggi dari standar yang ditetapkan.


"Sangat mungkin [spesifikasi pengadaan laptop ditingkatkan]. Spesifikasi teknis tersebut adalah standar minimal ya," ujar Samsuri kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Jumat (30/7) siang.

Dalam lembar juknis disebutkan spesifikasi laptop yang hendak diberikan kepada sekolah di antaranya menggunakan RAM 4GB DDR4, penyimpanan 32GB, monitor 11 inci dan sistem operasi Chrome OS.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sebelumnya menyebut mengalokasikan dana sebesar Rp2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop untuk sekolah. Jika dibagi, maka didapat harga satu laptop sebesar Rp10 juta. Padahal dengan spesifikasi minimal yang tertera pada juknis, harga satu laptop hanya kurang dari Rp5 juta.

Lebih lanjut, Samsuri menyebut kenaikan spesifikasi tentu mesti disesuaikan dengan anggaran yang disediakan.

"Ya tentu angka budgetnya [Rp2,4 triliun untuk 240 ribu laptop] angka maksimal ya," tuturnya.

Lewat siaran pers, Samsuri kemudian membeberkan rincian pembelanjaan TIK melalui DAK Fisik senilai Rp2,4 triliun tahun 2021.

Anggaran itu akan dibagikan kepada 16.713 sekolah berupa 284.147 laptop produksi dalam negeri dengan sertifikat TKDN dan juga peralatan pendukungnya seperti 17.510 wireless router, 10.799 proyektor dan layarnya, 10.799 konektor, 8.205 printer, dan 6.527 scanner.

"Pengadaan DAK Fisik dilakukan oleh pemerintah daerah dengan merujuk pada spesifikasi dan daftar barang yang dicantumkan sebagai lampiran dari Permendikbud," seperti tertulis dalam keterangan resmi, Jumat (30/7).

Selain pengadaan TIK sebagaimana dijelaskan di atas, Kemendikbudristek mendorong produksi laptop Merah Putih melalui konsorsium perguruan tinggi yaitu UI, ITB, ITS, dan UGM.

Konsorsium tersebut telah menyiapkan peta jalan, desain produk, dan akan terlibat penuh dalam produksi laptop bersama dengan industri mulai tahun 2022. Selain itu pelajar SMK dan mahasiswa perguruan tinggi vokasi akan dilibatkan pada kegiatan perakitan hingga pascapenjualan.

(can/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK