Advan-Axio Angkat Suara Proyek Laptop Merah Putih Kemendikbud

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 20:44 WIB
Laptop merah putih berbeda dengan laptop pelajar Kemendikbudristek. Laptop pelajar yang dianggarkan untuk kebutuhan proses belajar SD, SMP, SMU dan setingkat. Ilustrasi laptop merah putih. (Foto: (dok. Asus))
Jakarta, CNN Indonesia --

Produsen laptop lokal Advan dan Axioo ikut dalam proyek pengadaan laptop merah putih yang dibesut pemerintah. Kedua perusahaan mengaku antusias dan mendukung proyek bernilai triliunan rupiah itu.

Laptop merah putih berbeda dengan laptop pelajar Kemendikbudristek. Laptop pelajar yang dianggarkan untuk kebutuhan proses belajar dan mengajar di SD, SMP, SMU dan setingkat yang diharapkan tuntas pada 2024.

Sementara laptop merah putih masih dalam penggodokan untuk meningkatkan industri laptop dalam negeri. Laptop merah putih diharapkan memenuhi persyaratan TKDN mencapai 65 persen.


"Tentunya kami merasa sangat bangga telah ikut berkontribusi dan ikut andil untuk memproduksi dan mendistribusikan produk-produk laptop karya anak bangsa yang tentunya diharapkan akan berdampak untuk memajukan kualitas pendidikan dan perekonomian di Indonesia," kata Irna Andriana, Marketing Communication Spv, PT Tera Data Indonusa, pemilik merek Axioo melalui pesan singkat, Jumat (30/7).

"Di samping itu kami juga senang jika produk lokal bisa menjadi tuan rumah di negaranya sendiri, termasuk pada produk laptop," sambung dia.

Sementara itu, Chandra Tansri selaku CEO Bangga Teknologi Indonesia dari Advan menjelaskan proyek tersebut merupakan sebuah peluang yang dikatakan dapat memajukan industri dalam negeri.

"Tentunya dengan adanya proyek ini memberikan peluang baru sekaligus menumbuhkan industri dalam negri," ucap Chandra.

Chandra juga sempat menjelaskan mengapa akhirnya perusahaannya masuk ke dalam kategori pengadaan laptop tersebut.

Menurut Chandra hal ini lantaran produk besutan Advan telah memenuhi kriteria dari pemerintah mengenai kandungan lokal. Ketetapan pemerintah soal laptop merah putih yakni tingkat kandungan lokal dalam negeri (TKDN) minimal 50 persen.

"Karena Advan telah memenuhi syarat ketentuan TKDN dari pemerintah," ungkap Chandra.

Senada, Irna juga menyebutkan laptop-laptop buatan Axio telah memenuhi kriteria yang ditentukan pemerintah.

"Saat ini produk laptop kami sudah mempunyai tingkat kandungan produk dalam negeri (TKDN+BMP) lebih dari 40 persen," kata Irna.

Ketiban rezeki

Produsen laptop lokal ibarat mendapat durian runtuh setelah masuk ke dalam proyek triliunan rupiah pemerintah ini. Mereka secara seketika akan kebanjiran order hingga puluhan ribu unit meski pandemi sedang menekan daya beli.

Misalnya Advan yang mengaku mendapat jumlah pesanan sebanyak 20 ribu unit dan 70 ribu unit hingga akhir tahun.

"Dan 70 ribu hingga akhir 2021," ungkap Chandra.

Ia melanjutkan mengenai spesifikasi pihaknya akan menyesuaikan dari permintaan pemerintah. Namun produk yang dikatakan sesuai untuk saat ini yaitu Advan Chromebook.

Sementara itu Irna mengaku bila Axio kini sedang berada dalam tahap pengumpulan pre order. Irna juga mengatakan bila jumlah unit pada dasarnya akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan. Irna menambahkan pihaknya telah menyiapkan produk yang sesuai dengan keinginan proyek itu yakni Axio Chromebook.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK