Pesawat terbang kerap ditemui memiliki logo dan desain berwarna di bagian badan. Teknik pengecatan yang digunakan tidak sembarangan seperti pengecatan ulang pesawat kepresidenan dari warna biru ke merah.
Mengecat pesawat disebut hampir sama dengan mengecat objek lain seperti kendaraan otomotif lain maupun atau perabot kayu. Hanya dibutuhkan pengetahuan khusus untuk membuat cat tersiram rapih di badan pesawat.
Jika melakukannya secara asal justru dapat mempengaruhi bobot pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya ada tiga lapisan yang digunakan dalam mengecat bodi pesawat terbang yakni lapisan primer atau lapisan dasar, dan lapisan atas dan yang terakhir memberikan lapisan cat agar tampilan pada pesawat terlihat mengkilap.
Banyak pesawat dicat dengan metode cat semprot bertekanan rendah dan sangat tipis, untuk memangkas waktu dan biaya. Maka dari itu pengecatan menggunakan kuas tidak dianjurkan dalam pengerjaannya.
Sebelum memulai pengecatan, langkah pertama menghilangkan cat lama.
Ada dua cara utama untuk menghilangkan cat dari pesawat. Yang pertama adalah dengan mengampelas cat, tetapi ini merupakan proses yang memakan waktu yang juga dapat merusak permukaan pesawat jika dilakukan dengan tidak benar.
Kedua, dengan menyemprotkan pelarut pada bidang dan membiarkannya agar cat larut bersama cairan kimia secara alami. Cara ini dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam.
Lapisan pertama cukup tipis adalah suatu keharusan saat mengecat bodi pesawat, karena hal ini tidak hanya meminimalisir penggunaan cat berlebih, namun bisa mengurangi kemungkinan bobot berlebihan pada keseluruhan pesawat dilansir aerocorner.
Ada dua jenis cat utama yang digunakan pada pesawat, yakni enamel dan epoksi. Berikut adalah perbedaan utamanya:
Epoksi adalah cat poliuretan yang melekat dengan baik pada permukaan badan pesawat. Epoksi tidak kering dan sekeras enamel, hal ini memberikan dampak cat tidak pecah atau menjadi rapuh seiring masa pemakaian.
Epoksi memiliki ketahanan yang tinggi terhadap bahan kimia dan tidak mudah pudar, teroksidasi, atau rusak. Sedangkan Enamel menawarkan dua keunggulan utama dibandingkan epoksi, yakni berbiaya lebih rendah dan tidak berbahaya seperti epoksi karena tidak mengeluarkan gas tertentu saat disemprotkan.
Kedua cat ini juga bisa digunakan bersamaan. Misalnya, seringkali cat enamel digunakan untuk desain dan warna pesawat. Kemudian epoksi, atau poliuretan, yang diterapkan untuk kekuatan dan memberi tampilan kilau ekstra. Keduanya disebut memiliki kombinasi sempurna untuk ketahanan dan kecantikan pesawat.
Ketika perusahaan mobil mengecat ulang mobil, mereka menutupi bagian tertentu dengan bahan seperti kertas tebal sehingga area tersebut tidak tersemprot cat, di antaranya seperti lampu depan, jendela, dan sebagainya.
Hal yang sama dilakukan dengan pesawat terbang. Anda mungkin akan menilai metode yang tidak jauh berbeda dengan pengecatan pada kendaraan lain, atau barang yang sering kali dicat menggunakan metode penyemprotan.
Maskapai penerbangan juga mempekerjakan ahli untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Selain berpakaian khusus, dia juga paham cara penyemprotan.
Salah satu aspek yang paling dianggap menarik dari pengecatan pesawat adalah cat semprot pengganti metode cat yang diaplikasikan dengan kuas atau roller.
Selain itu ada perangkat kompresor bertekanan rendah. Teknisi juga memastikan lapisan cat rata dan tipis agar terlihat bagus dan tidak terlalu menumpuk setelah proses pengecatan.
Biaya pengecatan satu pesawat
Untuk melakukan cat ulang pesawat, dibutuhkan delapan hingga sepuluh orang yang bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Proses mengecat pesawat disebut menghasilkan tambahan berat sekitar 550 pon atau sekitar 226 kilogram pada pesawat. Cat yang digunakan pada sebagian besar pesawat dapat menahan suhu antara -65ᵒ dan 350ᵒ Fahrenheit.
Diperlukan waktu hingga satu minggu agar cat pada badan pesawat benar-benar kering. Selain itu biayanya bisa mencapai US$200 ribu atau senilai Rp2,8 miliar (kurs Rp14.331) untuk satu pesawat.
Pengecatan ulang disebut dapat melindungi bodi dari garam, oksidasi, dan tumpahan bahan bakar yang dapat merusak bodi pesawat yang terbuat dari logam.
Mengecat ulang badan pesawat disarankan dengan rentang waktu 7-10 tahun sekali. Ini untuk menghindari kusam dan melindungi bodi pesawat dari jamur, korosi dan sebagainya.
Beberapa penyedia jasa pengecatan pesawat memiliki pilihan dalam memilih metode mengecat mereka, ada yang mengecat manual maupun otomatis.
Namun, dikutip Aerotekavia, ada beberapa teknologi terkini dalam mengecat pesawat terbang. Perusahaan produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing mengklaim telah mengatasi kendala waktu, dampak lingkungan akibat pengupasan bahan kimia, dan faktor lainnya.
Teknologi terbaru dari Boeing dan 3M yaitu mengembangkan pesawat tanpa cat yang disebut Joint Strike Fighter Paintless Airplane Program (JPAP), dengan hanya mengganti cat dengan film polimer tipis yang didukung oleh Lapisan perekat sensitif tekanan yang disebut appliques.
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat terbang kerap ditemui memiliki logo dan desain berwarna di bagian badan. Teknik pengecatan yang digunakan tidak sembarangan seperti pengecatan ulang pesawat kepresidenan dari warna biru ke merah.
Mengecat pesawat disebut hampir sama dengan mengecat objek lain seperti kendaraan otomotif lain maupun atau perabot kayu. Hanya dibutuhkan pengetahuan khusus untuk membuat cat tersiram rapih di badan pesawat.
Jika melakukannya secara asal justru dapat mempengaruhi bobot pesawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya ada tiga lapisan yang digunakan dalam mengecat bodi pesawat terbang yakni lapisan primer atau lapisan dasar, dan lapisan atas dan yang terakhir memberikan lapisan cat agar tampilan pada pesawat terlihat mengkilap.
Banyak pesawat dicat dengan metode cat semprot bertekanan rendah dan sangat tipis, untuk memangkas waktu dan biaya. Maka dari itu pengecatan menggunakan kuas tidak dianjurkan dalam pengerjaannya.
Sebelum memulai pengecatan, langkah pertama menghilangkan cat lama.
Ada dua cara utama untuk menghilangkan cat dari pesawat. Yang pertama adalah dengan mengampelas cat, tetapi ini merupakan proses yang memakan waktu yang juga dapat merusak permukaan pesawat jika dilakukan dengan tidak benar.
Kedua, dengan menyemprotkan pelarut pada bidang dan membiarkannya agar cat larut bersama cairan kimia secara alami. Cara ini dapat diselesaikan dalam waktu 24 jam.
Lapisan pertama cukup tipis adalah suatu keharusan saat mengecat bodi pesawat, karena hal ini tidak hanya meminimalisir penggunaan cat berlebih, namun bisa mengurangi kemungkinan bobot berlebihan pada keseluruhan pesawat dilansir aerocorner.
Ada dua jenis cat utama yang digunakan pada pesawat, yakni enamel dan epoksi. Berikut adalah perbedaan utamanya:
Epoksi adalah cat poliuretan yang melekat dengan baik pada permukaan badan pesawat. Epoksi tidak kering dan sekeras enamel, hal ini memberikan dampak cat tidak pecah atau menjadi rapuh seiring masa pemakaian.
Epoksi memiliki ketahanan yang tinggi terhadap bahan kimia dan tidak mudah pudar, teroksidasi, atau rusak. Sedangkan Enamel menawarkan dua keunggulan utama dibandingkan epoksi, yakni berbiaya lebih rendah dan tidak berbahaya seperti epoksi karena tidak mengeluarkan gas tertentu saat disemprotkan.
Kedua cat ini juga bisa digunakan bersamaan. Misalnya, seringkali cat enamel digunakan untuk desain dan warna pesawat. Kemudian epoksi, atau poliuretan, yang diterapkan untuk kekuatan dan memberi tampilan kilau ekstra. Keduanya disebut memiliki kombinasi sempurna untuk ketahanan dan kecantikan pesawat.
Biaya Pengecatan Satu Pesawat
Foto: ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Ketika perusahaan mobil mengecat ulang mobil, mereka menutupi bagian tertentu dengan bahan seperti kertas tebal sehingga area tersebut tidak tersemprot cat, di antaranya seperti lampu depan, jendela, dan sebagainya.
Hal yang sama dilakukan dengan pesawat terbang. Anda mungkin akan menilai metode yang tidak jauh berbeda dengan pengecatan pada kendaraan lain, atau barang yang sering kali dicat menggunakan metode penyemprotan.
Maskapai penerbangan juga mempekerjakan ahli untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Selain berpakaian khusus, dia juga paham cara penyemprotan.
Salah satu aspek yang paling dianggap menarik dari pengecatan pesawat adalah cat semprot pengganti metode cat yang diaplikasikan dengan kuas atau roller.
Selain itu ada perangkat kompresor bertekanan rendah. Teknisi juga memastikan lapisan cat rata dan tipis agar terlihat bagus dan tidak terlalu menumpuk setelah proses pengecatan.
Biaya pengecatan satu pesawat
Untuk melakukan cat ulang pesawat, dibutuhkan delapan hingga sepuluh orang yang bekerja sepanjang waktu untuk menyelesaikan pekerjaan.
Proses mengecat pesawat disebut menghasilkan tambahan berat sekitar 550 pon atau sekitar 226 kilogram pada pesawat. Cat yang digunakan pada sebagian besar pesawat dapat menahan suhu antara -65ᵒ dan 350ᵒ Fahrenheit.
Diperlukan waktu hingga satu minggu agar cat pada badan pesawat benar-benar kering. Selain itu biayanya bisa mencapai US$200 ribu atau senilai Rp2,8 miliar (kurs Rp14.331) untuk satu pesawat.
Pengecatan ulang disebut dapat melindungi bodi dari garam, oksidasi, dan tumpahan bahan bakar yang dapat merusak bodi pesawat yang terbuat dari logam.
Mengecat ulang badan pesawat disarankan dengan rentang waktu 7-10 tahun sekali. Ini untuk menghindari kusam dan melindungi bodi pesawat dari jamur, korosi dan sebagainya.
Beberapa penyedia jasa pengecatan pesawat memiliki pilihan dalam memilih metode mengecat mereka, ada yang mengecat manual maupun otomatis.
Namun, dikutip Aerotekavia, ada beberapa teknologi terkini dalam mengecat pesawat terbang. Perusahaan produsen pesawat Amerika Serikat, Boeing mengklaim telah mengatasi kendala waktu, dampak lingkungan akibat pengupasan bahan kimia, dan faktor lainnya.
Teknologi terbaru dari Boeing dan 3M yaitu mengembangkan pesawat tanpa cat yang disebut Joint Strike Fighter Paintless Airplane Program (JPAP), dengan hanya mengganti cat dengan film polimer tipis yang didukung oleh Lapisan perekat sensitif tekanan yang disebut appliques.