Fakta di Balik Kelabang Raksasa Makan 3.700 Burung Tiap Tahun

CNN Indonesia | Jumat, 06/08/2021 08:51 WIB
Burung laut yang berada di pulau Philips wilayah Pasifik Selatan ternyata bisa menyelamatkan populasi kelabang raksasa yang terancam punah. Ilustrasi kelabang raksasa. (iStockphoto/gan chaonan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelabang raksasa mungkin menjadi salah satu serangga terbesar yang ada sampai sekarang. Serangga jenis ini banyak tersebar di Pulau Phillip, atau bagian dari kelompok Pulau Norfolk, Pasifik Selatan.

Makhluk endemik di Phillip Island tersebut memiliki pola makan yang terdiri dari sebagian besar hewan vertebrata termasuk anak burung laut. Serangga ini bahkan secara rutin memakan hingga 3.700 anak burung laut setiap tahunnya.

Ini tentu mengherankan mengingat burung laut biasanya duduk di puncak rantai makanan. Tetapi studi baru yang diterbitkan dalam The American Naturalist, menunjukkan hal ini tidak selalu terjadi.

Studi menunjukkan seberapa besar artropoda predator kini dapat memainkan peran penting dalam jaring makanan ekosistem pulau. Kelabang Phillip Island mencapai ini melalui makanannya yang sangat bervariasi.

Predator bersenjata lengkap

Mengutip ABC News, kelabang ini dapat tumbuh hingga hampir satu kaki (atau 30,5 cm) panjangnya.Ia dipersenjatai racun kuat yang terbungkus dalam dua penjepit yang disebut 'forcipules'. Senjata ini yang digunakannya untuk melumpuhkan mangsanya.

Lalu tubuhnya dilindungi oleh 'pelat lapis baja' seperti perisai.

Pada malam hari artropoda ini sangat aktif dan berburu melalui serasah daun yang tebal. Kelabang yang sedang mencari mangsa akan menggunakan dua antena ultra-sensitifnya untuk bernavigasi saat mencari mangsa.

Ia memakan segala mulai dari jangkrik hingga anak burung laut, tokek, dan kadal. Ia bahkan berburu ikan yang dijatuhkan oleh burung laut yang disebut black noddies (Anous minuta) saar membuat sarangnya di pepohonan di atas.


Penemuan menakutkan di Balik Kelabang Raksasa

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK