Fakta Theranos, Sisi Kelam Startup Bodong Cuma Jual Janji

CNN Indonesia | Sabtu, 04/09/2021 09:45 WIB
Elizabeth Holmes, CEO Theranos, startup kesehatan bodong yang disebut hanya menjual janji, akan diadili atas tuduhan menipu klien dan investor. Elizabeth Holmes (kanan), CEO startup kesehatan kontroversial, Theranos, diadili atas tuduhan menipu klien dan investor. (Kimberly White/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Elizabeth Holmes, CEO startup kesehatan kontroversial, Theranos, akan diadili atas tuduhan menipu klien dan investor September mendatang di San Jose, California, Amerika Serikat (AS).

Holmes akan menghadapi sembilan dakwaan kasus dugaan penipuan dan dua dakwaan kasus konspirasi untuk melakukan penipuan. Akibat perkara hukum yang menjeratnya dia terancam mendekam di penjara hingga 20 tahun.

Theranos merupakan perusahaan yang berfokus pada pengujian sampel darah untuk mendiagnosa penyakit. Perusahaan itu mencapai puncaknya kejayaannya sekitar 10 tahun setelah didirikan pada 2013, dan mendapat pendapatan senilai US$10 miliar, sebelum semuanya runtuh.


Aksi tipu-tipu di balik Theranos terungkap lewat investigasi jurnalis John Carreyrou dalam surat kabar The Wall Street Journal pada 2015. Theranos dianggap menjual produk menggunakan paten palsu yang hanya sebatas deskripsi tanpa bisa dikonversi menjadi perangkat nyata.

Menjual janji

Saat pertama kali mendirikan Theranos pada 2003, Holmes berjanji untuk mendobrak industri pengujian medis yang luas dengan teknologi yang dapat melakukan berbagai tes kesehatan hanya dengan setetes darah.

Pada saat itu, gelembung teknologi Silicon Valley terobsesi dengan pendiri perusahaan yang berusia muda yang diharapkan bisa mengekor kesuksesan seperti Mark Zuckerberg.

"Lalu kami memiliki Theranos, yang tidak membuat aplikasi tetapi menjual janji untuk mengubah perawatan kesehatan," kata Margaret O'Mara, sejarawan wilayah yang memegang jabatan profesor di Universitas Washington seperti dikutip dari The Guardian, Senin (30/8).

Theranos menjadi seksi lantaran menawarkan inovasi berbeda dari perusahaan teknologi yang berserakan di Silicon Valley. Selain itu, perusahaan ini juga dipimpin oleh wanita, yang jarang mendapat tempat di industri yang didominasi kaum adam itu.



Tawarkan alat medis inovatif

Holmes mengawali Theranos dengan menciptakan penutup lengan atau sarung tangan yang bisa mengambil sampel darah untuk memeriksa penyakit menular.

Theranos menjual alat serupa jarum suntik - dengan ukuran yang lebih kecil. Alat ini dipakai untuk mengambil sampel darah yang dibutuhkan untuk analisa. Setelah darah diambil akan dimasukkan ke sebuah alat pembaca data untuk menampilkan diagnosa penyakit yang diderita. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisa menggunakan komputer Theranos.

Dibandingkan jasa konsultasi dan pemeriksaan lab dokter, Theranos membanderol layanannya relatif terjangkau. Misalnya, analisis hemoglobin dihargai US$1,63 dan analisis kolesterol US$2,99. Berkat kemudahan ini, Theranos diminati banyak kalangan - tak terkecuali investor.

Ketika Kebohongan Terbongkar dan Lampu Merah Investor

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK