Startup RI 5 Besar Dunia, Microsoft-Bukalapak Ungkap Kendala

CNN Indonesia | Senin, 08/03/2021 20:07 WIB
Startup RI disebut masuk lima besar dunia, namun masih diwarnai sejumlah kendala seperti diungkap Microsoft dan Bukalapak. Ilustrasi. Startup Indonesia disebut masuk lima besar dunia (Istockphoto/ismagilov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indonesia disebut berada di posisi kelima dunia startup terbanyak dunia dengan lebih dari 2.000 startup digital namun menurut Microsoft dan Bukalapak hal ini masih terganjal sejumlah kendala.

Bahkan, lima dari 12 startup unicorn di Asia Tenggara berasal dari Indonesia. Namun, Presiden Direktur Microsoft Indonesia Haris Izmee mengingatkan masih ada kendala berupa kesenjangan digital.

"Indonesia juga berada di urutan lima dunia dengan lebih dari 2.000 stratup digital. Menariknya dari 12 startup unicorn di asia tenggara, lima diantaranya berasal dari indonesia," jelas Haris dalam peluncuran program 'Berkembang Bersama: Belajar Digital Bareng Bukalapak-Microsoft, Senin (8/3).


Sebelumnya, hal serupa sempat diungkap Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira. Namun, ketiganya tak menyebutkan sumber data.

Namun, menurut Startup Ranking, Amerika Serikat berada di posisi pertama dengan 66.808 startup, India 9.361, Inggris dengan 5.552, Kanada 2.850, dan Indonesia 2.220. Situs ini mencatat China hanya ada 588 startup. Data ini hampir serupa dengan yang diungkap Bhima. 

Oleh karena itu, Haris menuturkan Indonesia diharapkan akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Atasi kesenjangan digital

Lebih lanjut, Haris mengklaim satu-satunya cara Indonesia tumbuh adalah dengan mengurangi kesenjangan digital yang saat ini masih terjadi.

Oleh karena itu Microsoft dan Bukalapak akan memberikan pelatihan literasi digital lewat program Belajar Bareng.

"Keterampilan dan kemampuan bekerja di era digital adalah bagian dari inisiatif berdayakan Indonesia yang digagas oleh Microsoft," ujar Haris.

Senada, CEO Bukalapak Rachmat Kaimuddin menilai adopsi teknologi di Indonesia masih sangat rendah saat ini. Dia berkata masih banyak hal yang harus dilakukan agar masyarakat Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera.

Sehingga ia berharap UMKM menjadi lebih berdaya melalui penggunaan teknologi. Sebab, menurut Haris UMKM adalah tulang punggung ekonomi Indonesia saat ini karena berkontribusi 62 persen bagi Pendapatan Domestik Bruto.

Agar UMKM makin memberi sumbangan ekonomi di era teknologi, Rachmat mengingatkan literasi digital menjadi sangat penting. Ke depan, dia menyebut literasi digital akan sama pentingnya seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung.

"Saat ini Bukalapak telah bermitra dengan 13,5 juta pelaku UMKM. Di mana 6,5 juta adalah para pelapak online dan 7 jutanya adalah para mitra Bukalapak yang terdiri dari agen dan warung offline," ujar Rachmat.

Sementara itu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melihat ada potensi UMKM memanfaatkan situasi pandemi untuk mendapat keuntungan lewat digital.

"Di sisi lain, sektor ekonomi digital justru sedang mendapat keuntungan dari perubahan ini. Dan ini kita lihat dari data-data yang ada," ujar Luhut.

Sebelumnya, Microsoft sempat menyuntikkan dana sebesar US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun kepada e-commerce Bukalapak. Investasi itu merupakan bagian dari investasi senilai US$2,5 miliar hingga US$3 miliar.

Investasi ini merupakan pendanaan dari Microsoft, GIC Pte, dan Emtek Grup. Selain investasi, dalam kerja sama ini Bukalapak akan mengadopsi platform cloud Microsoft Azure.

Microsoft Azure akan mendukung layanan online Bukalapak yang diklaim digunakan lebih dari 12 juta pedagang dan 100 juta pengguna.

(jps/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK