Gempa di Agam Sumbar akibat Aktivitas Lempeng Indo-Australia

CNN Indonesia | Minggu, 12/09/2021 17:41 WIB
Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Agam Sumatera Barat, menurut BMKG dipicu oleh aktivitas lempeng Indo-Australia. Petugas melakukan pengukuran amplitudo maksimal (amak) pada alat seismograf. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidaya)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Agam dan getarannya terasa di sejumlah wilayah Sumatera Barat pada Minggu (12/9) pukul 16.02 WIB berasal dari wilayah Samudra Hindia, Pantai Barat Sumatera.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2. Sebelumnya BMKG menyebut 5,3 magnitudo. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,5° LS ; 99,69° BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 42 km arah Barat Daya Kota Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumbar pada kedalaman 57 km. Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat aktifitas subduksi (zona) lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Australia.


Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik mendatar atau yang disebut oblique thrust fault. Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Bukittinggi, Payakumbuh, Solok Selatan, dan Pesisir Selatan.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah di beberapa lokasi seperti Padang Panjang. Sedangkan di Padang getaran seperti truk yang sedang berlalu, dan di Muko-Muko, beberapa orang merasakan Getaran akibat benda-benda ringan yang digantung bergoyang," kata Bambang Setiyo Prayitno, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG.

Hingga saat ini, katanya, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut dan tidak berpotensi tsunami.

Hasil monitoring BMKG hingga Minggu, pukul 16.30 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

Bambang menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," jelasnya.

Rayhan, warga Ganting, Padang mengatakan getaran gempa yang ia rasakan berupa ayunan dan menimbulkan suara serupa gemuruh kecil.

"Ya, saya merasa dibuai dan ada suara seperti gemuruh kecil," katanya.

(nya/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK