Studi: Sinar UV Matahari Bikin Manusia Jadi Romantis

CNN Indonesia
Senin, 13 Sep 2021 09:38 WIB
Menurut penelitian dari Israel, sinar matahari memengaruhi sistem endokrin yang melepaskan hormon seksual pada manusia. Penelitian menemukan terpapar sinar ultraviolet dari sinar Matahari dapat menyebabkan manusia romantis. (iStockphoto/shironosov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti dari Universitas Tel Aviv (TAU) di Israel menyatakan bahwa paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari dapat meningkatkan hasrat romantis pada manusia.

Dalam studinya, para peneliti ini membuat para pria dan wanita terpapar sinar Ultraviolet B (UVB) di kondisi terkontrol lalu ditemukan terdapat peningkatan hasrat romantis pada keduanya jenis kelamin.

Dikatakan bahwa sinar matahari memengaruhi sistem endokrin yang bertanggung jawab melepaskan hormon seksual pada manusia.

Dilansir dari The Jerussalem Post, percobaan pada hewan juga menunjukkan peningkatan hormon yang signifikan pada betina, memperbesar ovarium dan memperpanjang musim kawinnya. Jantan dan betina pun jadi lebih tertarik satu sama lain dan lebih berkeinginan kawin.

Studi ini dipimpin dua orang mahasiswa doktoral bernama Roma Parikh dan Aschar Sorek. Mereka merupakan mahasiswa doktoral dari laboratorium Profesor Carmit Levy di Jurusan Genetik Molekular Manusia dan Biokimia, Fakultas Farmasi, Universitas Tel Aviv.

Dilansir dari Awsforwp, hasrat seksual pada dua jenis kelamin dari 32 subjek penelitian di Rumah Sakit Ichilov dan Pusat Medis Assuta mengalami peningkatan. Selain itu ditemukan juga peningkatan agresivitas pada pria.

Pada sesi penelitian yang lain, 32 orang tersebut diminta menghindari cahaya matahari selama dua hari dan lalu berjemur selama 25 menit. Dari hasil tes darah ditemukan pelepasan hormon seperti testosteron yang lebih banyak dibanding hari sebelumnya ketika tidak terpapar cahaya matahari.

Penelitian ini didukung juga data dari perusahaan asuransi kesehatan Clalit dan Maccabi tentang peningkatan hormon testosteron pada pria selama musim panas.

"Sebagai manusia, kita tidak memiliki bulu, dan kulit kita terpapar langsung oleh matahari. Ini adalah permulaan bagi kita untuk memahami apa yang paparan [sinar matahari] ini sebabkan pada kita. Dan kuncinya mungkin berperan pada proses fisiologis dan perilaku kita," ucap Prof. Levy

Hasil penelitian ini mungkin akan berguna pada masa depan sebagai pengobatan untuk kelainan hormon seksual dan penelitian lanjutan tentang bagaimana sinar matahari memengaruhi proses perilaku dan psikologi manusia.

(lnn/fea)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER