Xendit Bidik Genjot Pertumbuhan UMKM di Masa Pandemi

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 02:33 WIB
Xendit yang menjadi startup unicorn terbaru di Indonesia menyatakan bakal mendukung pertumbuhan UMKM. Xendit yang menjadi startup unicorn terbaru di Indonesia menyatakan bakal mendukung pertumbuhan UMKM. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Layanan pembayaran  Xendit menyatakan bakal mendukung pertumbuhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), setelah menjadi startup unicorn terbaru di Indonesia.

Direktur Operasional (COO) dan Co-Founder Xendit, Tessa Wijaya, mengatakan mereka ingin mendukung UMKM agar dapat bertransformasi menjadi bisnis digital ataupun berdagang secara daring (online) dengan mudah supaya dapat terus berkembang.


"Kami lihat apalagi pada saat pandemi ini banyak sekali UMKM yang harus go online karena tentunya di masa pandemi ini banyak toko yang tutup dan potensi digitalnya pun jadi berkembang lebih pesat. Karena itu kami ingin fokuskan layanan kami kepada UMKM," papar Tessa pada konferensi pers yang disiarkan secara daring, Rabu (15/9).

Tessa menjelaskan bahwa Xendit akan mendukung UMKM dengan menyediakan berbagai fitur dan layanan yang dapat membantu UMKM agar dapat mulai bertransaksi secara digital, menerima pembayaran lebih cepat dari konsumen mereka, serta pengembangan produk untuk mendukung layanan e-commerce di berbagai platform.

Selain itu, Xendit juga akan bekerja sama dengan berbagai inkubator dan akselerator, untuk melakukan program-program sosialisasi dan edukasi yang akan membantu usaha rintisan atau startup Indonesia untuk mendigitalisasi bisnisnya.

Perusahaan itu Xendit memiliki target untuk dapat membantu UMKM dapat bertransaksi secara digital. Target ini sejalan dan dibuat untuk mendukung target Bank Indonesia dan pemerintah untuk membawa lebih dari 30 juta UMKM pada tahun 2025.

Tessa mengatakan selama Agustus terdapat 10 ribu UMKM yang mendaftar pada platform Xendit.

"Tadi memang kami sangat beruntung sekali pada masa pandemi kami tetap bertumbuh dengan pesat tepatnya 200 persen perkembangannya kami dari tahun 2020 sampai dengan 2021," katanya.

Xendit mendapatkan pendanaan Seri-C senilai Rp2,1 triliun (US$150 juta) dari Tiger Global Management, Accel, Amasia dan Justin Kan's Goat Capital. Dengan investasi terbaru ini, Xendit berencana untuk terus melakukan inovasi pada jajaran produknya, dengan tujuan ekspansi ke negara-negara terpilih di Asia Tenggara.

Kawasan Asia Tenggara, menurut mereka, merupakan pasar yang sangat menarik bagi pertumbuhan inovasi dan disrupsi, terutama karena 70 persen dari 580 juta populasi di Asia Tenggara saat ini sudah merambah ke dunia online.

(mrh/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK