Dugaan Ahli Penyebab 5 Orang Tewas di Gorong-gorong Tangerang

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 16:23 WIB
Ahli di BRIN menjelaskan dugaan penyebab  lima orang yang tewas di gorong-gorong, Tangerang saat melakukan pengecekan kabel Telkom. Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Utama Pusat Teknologi Lingkungan Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN), Nusa Idaman Said mengatakan lima orang yang tewas di gorong-gorong, Tangerang saat melakukan pengecekan kabel Telkom diduga karena kekurangan oksigen.

Menurut Nusa, di dalam gorong-gorong terdapat gas metan, ammonia dan karbon dioksida (Co2) yang berasal dari limbah rumah tangga. Jika gorong-gorong tertutup maka akan menyebabkan Co2 menumpuk dan hampir tak ada oksigen.

"Co2 nya banyak, oksigennya habis sehingga orang masuk ke situ, dia akan kehabisan oksigen. Jadi yang menyebabkan kematian paling besar itu adalah kehabisan oksigen," kata Nusa saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (12/10).


Co2 merupakan gas cair tidak berwarna, tidak berbau, tidak mudah terbakar, dan sedikit asam. Sedangkan CO2 lebih berat daripada udara dan larut dalam air.

Nusa mengatakan bahwa zat organik yang berasal dari limbah rumah tangga seperti tumpukan sampah, jika terurai secara anaerobik akan membentuk Co2 dan metan. Karena gorong-gorong memiliki ruang yang tertutup dan kedap udara, menyebabkan kadar Co2 yang terlalu tinggi sehingga kadar oksigen yang rendah.

"Karena dia [gorong-gorong] tertutup lama-lama Co2 yang banyak oksigennya habis. Co2 tidak meledak, cuma kalau orang masuk situ kekurangan oksigen ya mati," kata Nusa.

Selain itu jika terdapat zat organic yang mengandung sulfur di dalam gorong-gorong maka akan menimbulkan gas Hidrogen sulfida (H2S), H2S, adalah gas yang tidak berwarna, beracun, mudah terbakar dan berbau seperti telur busuk.

"Indikasinya seperti itu, kalau H2S atau ammonia dia bau, pasti tidak akan kuat, dia [korban] pasti keluar lagi," ujar Nusa.

Untuk mengantisipasi korban yang kehabisan oksigen saat memasuki gorong-gorong, menurut Nusa, sebelum memasuki gorong-gorong maka gorong-gorong tersebut penutupnya harus dibuka agar udara bisa masuk dan mengurangi kadar Co2.

"Tapi sebetulnya itu adalah keteledoran dari seperkerjanya, harusnya kalau misal gorong-gorongnya tertutup seperti itu, biasanya SOPnya dibuka dulu, paling sederhana kasih api, kalau apinya mati berarti Co2nya banyak di situ, oksigennya habis," ucap Nusa.

Sebelumnya, Kapolsek Cipondoh, Tangerang, Kompol Ubaidillah menyebut lima orang yang tewas di gorong-gorong saat melakukan pengecekan kabel Telkom diduga karena terpapar gas berbahaya. Hal tersebut terungkap usai Mabes Polri menerjunkan tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor).

Kelima orang tersebut tewas di dalam gorong-gorong saat melakukan pengecekan kabel di Perumahan Taman Royal Cipondoh, Kota Tangerang, Banten. Ubaidillah memastikan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Untuk memastikan jawaban itu kita akan mendengarkan ahlinya," ujar Ubaidillah di lokasi, Jumat (8/10).

(mrh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK