AS Targetkan Februari 2022 untuk Misi Artemis 1 ke Bulan

CNN Indonesia
Senin, 25 Oct 2021 04:09 WIB
NASA akan melakukan uji coba misi Artemis dengan tujuan mengirim manusia kembali menjadi moon walker di Bulan pada 2024 mendatang. Roket SLS buat Misi Artemis NASA ke Bulan 2024. (Screenshot via web Nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menargetkan untuk mengirim misi nirawak Artemis ke Bulan pada 1 Februari 2022. Itu akan menjadi langkah pertama Negara Paman Sam untuk memulai kembali proyek manusia ke bulan semenjak misi Apollo pada 1960-1970an silam.

NASA menargetkan uji coba terbang dapat dilakukan akhir tahun ini, dan astronot akan kembali berjalan di bulan pada 2024 mendatang. Sebagai informasi, setelah terakhir kali yakni misi Apollo 17 pada 1972 silam.

Dan, misi Artemis itu sudah dimulai dengan memulai penyusunan kapsul kru Orion di atas sistem peluncuran luar angkasa megaroket di NASA Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat. Setelah serangkaian tes kemudian, akan dilakukan uji di landasan peluncuran pada Januari mendatang, lalu misi pertama pada Februari 2022.


"Periode peluncuran Februari dibuka pada tanggal 12 dan kesempatan terakhir kami pada Februari nanti adalah tanggal 27," ujar Manajer Misi Artemis 1 Mike Sarafin seperti dikutip dari AFP, Sabtu (23/10).

Jendela peluncuran selanjutnya adalah Maret dan April. Periode peluncuran potensial itu akan tergantung dari mekanis orbit dan posisi relatif Bumi dengan Bulan. Durasi misi itu diperkirakan berlangsung empat sampai enam pekan.

Artemis 1 akan memiliki beberapa misi: Untuk menguji coba kemampuan Orion saat kembali dari bulan, serta mempelajari analisis radiasi. Dan, tentu saja mengambil swafoto di dalam kapsul dengan Bulan sebagai latar belakang.

Setelah misi Artemis 1, selanjutnya Artemis 2 dijadwalkan 2023 dan Artemis 3 pada tahun selanjutnya di mana targetnya adalah membuat manusia kembali berjalan di bulan setelah 1972 silam. NASA menyatakan moonwalker itu akan pula terdiri atas perempuan dan kulit berwarna dalam perjalanan luar angkasa itu.

NASA akan menggunakan misi Artemis ini untuk menjadi bahan pembelajaran dalam misi dengan awak dalam perjalanan luar angkasa menuju Mars yang ditargetkan pada dasawarsa 2030an.

Sarafin mengatakan kapsul Orion pertama kali menembus orbit pada 2014 silam yang diluncurkan roket Delta IV melakukan dua kali rotasi bumi dan menguji pelindung panasnya saat masuk kembali ke atmosfer.

Tapi kali ini, kata Sarafin, kapsul itu akan menjelajah lebih cepat dan temperaturnya akan lebih tinggi ketika kapsul itu kembali dari bulan.

(AFP/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER