10 Fenomena Antariksa Sepanjang 2022

can | CNN Indonesia
Rabu, 05 Jan 2022 06:50 WIB
Sejumlah fenomena antariksa akan terjadi dan sebagian dapat disaksikan di Bumi sepanjang 2022. Sejumlah fenomena antariksa akan terjadi dan sebagian dapat disaksikan di Bumi sepanjang 2022. (Foto: REUTERS/MARCO GARCIA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah fenomena antariksa akan terjadi dan sebagian dapat disaksikan di Bumi sepanjang 2022. Jangan sampai terlewat, fenomena gerhana Bulan hingga hujan meteor terlihat di langit.

Terdapat beberapa fenomena yang menarik untuk disaksikan bagi sebagian pecinta astronomi. Berikut, sepuluh fenomena langit yang dirangkum Lembaga Penerbangan dan Antariksa LAPAN, BRIN.

Berikut 10 fenomena antariksa yang bakal terjadi sepanjang tahun 2022:


1. Puncak Hujan Meteor Qudarantid (4 Januari)

Peneliti di Pusat Riset Antariksa LAPAN, Andi Pangerang mengatakan Quadrantid merupakan fenomena hujan meteor yang titik radiantnya berasal dari konstelasi Quadrans Muralis. Fenomena itu terjadi pada Selasa (4/1).

Intensitas maksimum hujan meteor ini sebesar 200 meteor per jam. Sehingga, dengan ketinggian maksimum titik radian di Indonesia yang bervariasi antara 16,3 derajat di Pulau Rote, hingga 35,8 derajat di Pulau Sabang.

Namun, intensitasnya berkurang menjadi 56 meteor per jam di Pulau Rote hingga 117 meteor per jam di Pulau Sabang.

Hujan meteor Quadrantid dapat disaksikan dari arah Timur Laut sejak pukul 04.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Quadrantid bersumber dari sisa debu asteroid 2003 EH1 dan komet C/1490 Y1. Kecepatan meteor pada Quadrantid mencapai 147.600 kilometer per jam.

Menurut Andy, untuk menyaksikanya dipastikan cuaca di tempat pengelihatan bebas dari penghalang di sekitar medan pandang, dan bebas dari polusi cahaya.

Hal ini karena tutupan awan dan skala Bortle atau skala kecerlangan langit malam, berbanding terbalik dengan intensitas meteor. Semakin besar tutupan awan dan skala Bortle, semakin berkurang intensitas meteornya.

2. Puncak Konjungsi Mars-Saturnus (5 April)

Awal Ramadan 1443 Hijriah disambut oleh konjungsi Mars-Saturnus yang dapat disaksikan dari arah Timur saat bersantap sahur, pukul 03.00 waktu setempat hingga 25 menit sebelum Matahari terbit.

Sudut pisah Mars-Saturnus bervariasi antara 19-20 menit busur atau sedikit lebih besar dari semidiameter Bulan.

Magnitudo Saturnus cenderung konstan sebesar +0,83 sedangkan magnitudo Saturnus bervariasi antara +1,05 hingga +0,99. Fenomena ini sebelumnya pernah terjadi pada 3 April 2018 dan 1 April 2020. Fenomena ini akan terjadi kembali pada 11 April 2024 dan 20 April 2026. Gambar 2.

3. Konjungsi Kuintet Saturnus-Mars-Venus-Jupiter-Bulan (24 - 29 April)

Sepuluh hari terakhir Ramadan 1443 Hijriah ditutup dengan fenomena astronomis Konjungsi Kuintet, yakni lima benda langit yang tampak segaris secara visual sekaligus yaitu Saturnus, Mars, Venus, Jupiter, dan Bulan.

Fenomena ini dapat disaksikan sejak pukul 04.00 waktu setempat dari arah Timur memanjang hingga Tenggara, kecuali pada tanggal 29 April, baru dapat disaksikan sejak awal fajar astronomis atau 75 menit sebelum Matahari terbit.

Bulan memasuki fase Sabit Akhir dengan iluminasi 45,3 persen hingga 3,7 persen. Magnitudo Jupiter bervariasi antara −2,09 hingga −2,11. Magnitudo Venus bervariasi antara −4,16 hingga −4,12. Magnitudo Mars bervariasi antara +0,88 hingga +0,44. Sedangkan magnitudo Saturnus bervariasi antara +0,81 hingga +0,80.

Lanjut ke halaman berikutnya..

10 Fenomena Antariksa Sepanjang 2022 (Bagian 2)

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER