Netizen Kecam Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Singgung Perbudakan

CNN Indonesia
Selasa, 25 Jan 2022 17:39 WIB
Bupati Langkat ditemukan memiliki kerangkeng manusia saat terjaring operasi tangkap tangan KPK. Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin memakai rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (20/1/2022). KPK resmi menahan Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin Angin bersama lima orang lainnya serta mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp786 juta terkait pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 sampai 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia --

Netizen kecam Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin yang memiliki kerangkeng untuk perbudakan di rumahnya.

Kerangkeng tersebut ditemukan di rumah pribadi Terbit di Jalan Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat pada Rabu (19/1). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah tersebut dan menemukan kerangkeng setelah Terbit terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Penemuan kerangkeng berisi 27 orang tersebut sontak memicu amarah dan kecaman netizen di media sosial Twitter.


Salah seorang netizen bernama @luckiestzel menyebut apa yang dilakukan Terbit sebagai sesuatu yang di luar batas.

"Bupati langkat tuh udah di luar batas jahat anjir i don't even have any words for that kind of crime," katanya pada Selasa (25/1).

Selain itu, netizen lain mempertanyakan apa yang dilakukan Terbit seraya menyebutnya menjajah sesama warga Indonesia.

"Bupati Langkat menjajah sesama WNI. Sangat Whyyy," kata @ratih_manjari.

Kemudian kecaman lain datang dari akun @Risticahya yang bingung dengan perbudakan di zaman modern.

"Di peradaban kayak gini masih ada ya yang kelakuannya kayak bupati langkat :') jaman modern masih ada perbudakan ya Allah," ujarnya.

Lebih lanjut, akun @Lunaeve_sanity menyebut apa yang dilakukan Terbit pada pekerja sawit yang diperbudak harus mendapat hukuman seberat-beratnya.

"Baca berita bupati langkat memiliki kerangkeng untuk para pekerja sawit benar-benar enggak habis pikir,. Pelanggaran atas Hak Asasi Manusia harus dihukum seberat-beratnya," katanya.

KPK mengungkap ada dua ruang yang terlihat seperti ruangan berkerangkeng di area dalam pagar rumah Terbit. Bangunan ini diduga dipakai buat menahan orang-orang yang bekerja di kebun sawit Terbit.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kerangkeng tersebut dikatakan tempat rehabilitasi pecandu narkoba. Kepolisian kini sedang mendalami hal itu.

(lom/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER