Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, tengah jadi perbincangan publik lantaran istrinya Nicole Shanahan dirumorkan selingkuh dengan miliarder Elon Musk. Siapa sebenarnya Brin dan apa karya-karyanya?
Perselingkuhan Shanahan dengan Musk diduga terjadi pada acara Art Basel di Miami, AS, setelah Musk berpisah dengan pacarnya saat itu, Grimes. Brin sendiri sudah mengajukan gugatan cerai. Di samping itu, isu tersebut juga diklaim merusak persahabatan Brin dengan CEO SpaceX tersebut.
Selain itu, internal Google mengungkap Brin memiliki sejumlah kasus yang rentan dikategorikan sebagai pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlepas dari kabar ini, Brin sejatinya adalah pria kaya raya dengan segudang penemuan. Dilansir Forbes, orang terkaya nomor tujuh di dunia ini memiliki kekayaan sekitar US$89,7 miliar atau sekitar Rp1.342 triliun.
Sebelumnya, Brin juga pernah menjabat sebagai presiden direktur Alphabet (induk perusahaan Google) hingga mengundurkan diri pada 2019. Kini, dirinya berperan sebagai pemegang saham sekaligus anggota dewan direksi.
Berikut sederet penemuan Brin yang membuatnya kaya raya dikutip dari berbagai sumber:
Mesin Pencari Google
Brin, yang dikenal pintar di bidang akademik, menyelesaikan kuliah sarjananya hanya dalam waktu tiga tahun di University of Maryland dengan penghargaan tertinggi dalam matematika dan ilmu komputer.
Dia melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa ilmu komputer di Universitas Stanford dengan beasiswa pascasarjana dari National Science Foundation. Di sanalah ia bertemu dengan Larry Page, pendiri Google lainnya.
Keduanya, bersama Scott Hasan, lantas mengembangkan Google Search pada 1997. Setelah 25 tahun, 'Mbah Google' pun berkembang menjadi situs pencari tersibuk yang menangani lebih dari 3,5 miliar pencarian per hari, dan menguasai pasar mesin pencari global (92 persen).
PageRank
Platfrom ini terkait erat dengan Google Search karena fungsinya untuk mengevaluasi kuantitas dan kualitas tautan eksternal halaman web.
Brin memakai teori probabilitas dalam sistem ini. Tujuannya, menjaga laman tertentu yang sangat populer agar tidak terlalu membuat peringkat distribusi situs terlalu jomplang.
Algoritme peringkat Google yang digunakan saat ini merupakan versi pembaruan dari program PageRank lama.
Google Maps hingga Gmail
Penemuan Brin lainnya adalah peta digital terpopuler dunia; Google Maps. Selain itu, ada juga Google Earth, yang memungkinkan pengguna mengakses citra satelit untuk memperbesar lokasi di seluruh dunia.
Karena dua alat navigasi itu, warga hari ini mengucap selamat tinggal pada peta kertas.
Di luar itu, Google juga menyediakan layanan email berbasis Web gratis, Gmail, yang menawarkan ruang penyimpanan yang jauh lebih besar kepada penggunanya daripada kebanyakan layanan lainnya.
Perusahaan ini pun kini telah menawarkan seperangkat alat bisnis, termasuk pengolah kata dan aplikasi spreadsheet, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan paket perangkat lunak perkantoran.
Google juga telah membuat browser Web-nya sendiri, Google Chrome, serta perangkat lunak pengedit dan pengorganisasian foto Picasa yang populer. Aplikasi Google lainnya meliputi Google Kalender, Google Documents, alat online untuk penulisan dan pengeditan kolaboratif.
Google sendiri masih memiliki beberapa platform makin beranak-pinak. Berikut rincian platform yang dikembangkan:
1. Google Mail
2. Google Chrome
3. Google Docs
4. Google Translate
5.Google Earth
6. Google Search toolbar
7. Google Books
8. Google Glass
Ekosistem hingga proyek anti perubahan iklim Google di halaman berikutnya...
Ekosistem Digital Google hingga Makalah
Google Maps menjadi salah satu aplikasi yang dikembangkan Google berkat Sergey Brin Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono
Ekosistem Digital Google
Brin juga mengembangkan platform miiliknya Google menjadi eksosistem yang menunjang kebutuhan di zaman digital. Bermula dari mesin pencari, Google kini menjangkau nyaris semua bidang di kehidupan manusia.
Dalam bidang periklanan misalnya, ada Google Analytics yang punya peran besar. Alat ini memungkinkan pemilik situs web untuk mempelajari lalu lintas ke situs mereka.
Dari sanalah, AdSense memungkinkan pemilik ini untuk menampilkan iklan di situs mereka, yang kemudian dibayar oleh pengiklan berdasarkan per klik. Saat ini 99 persen pendapatan Google berasal dari iklan.
Perpustakaan Online
Brin juga mengembangkan proyek yang bertujuan untuk membuat isi perpustakaan yang luas dan dapat dicari secara online lewat Google Book Search.
Google Book menawarkan akses gratis ke buku-buku yang sudah berada dalam domain publik, sambil menjual versi digital buku baru secara online.
Tak hanya itu, Google juga memiliki Google Translate, yang dapat menerjemahkan dokumen dengan puluhan bahasa yang berbeda, dan memungkinkan pengguna untuk membandingkan dan menilai terjemahan alternatif. Dan salah satu produk perusahaan ini yang paling umum dan dikenal ialah sistem operasi smartphone Android.
Google Brain
Pengembangan dalam dunia teknologi Brin tak hanya di bidang digital. Pada 2011 ia mulai menjalankan proyek Google Brain. Sebuah proyek yang mengembangkan jaringan saraf tiruan skala besar, yang mampu menafsirkan data visual, tertulis, atau pendengaran dan belajar dari kesalahannya sendiri.
Elemen teknologi ini sekarang digunakan dalam fitur pengenalan suara di Sistem Operasi (OS) Android.
Puluhan Makalah
Semasa duduk di bangku kuliah, Brin menulis lebih dari puluhan makalah tentang penambangan data dan ekstraksi pola untuk jurnal akademik terkemuka.
Bersama dengan Page, Brin sempat menulis dua makalah "Dynamic Data Mining: A New Architecture for Data with High Dimensionality," dan dilanjutkan makalah "The Anatomy of a Large-Scale Hypertextual Web Search Engine."
Makalah terakhir itu dengan cepat menjadi salah satu dokumen ilmiah yang paling banyak diunduh dalam sejarah Internet.
Proyek Anti Perubahan Iklim
Brin juga mengembangkan teknologi yang diklaim ramah untuk lingkungan. Perusahaan ini memiliki Google.org yang berfokus pada perubahan iklim dan isu-isu global kemiskinan dan kesehatan masyarakat.
Salah satu proyek utama Google.org adalah pengembangan mobil hibrida 100 mil per galon. Perusahaan juga mengembangkan mobil self-driving bertenaga surya.
Sejak 2009, kendaraan ini telah mencatat perjalanan 2,3 juta mil tanpa pengemudi, setara dengan lebih dari 400 kali perjalanan pulang pergi dari New York ke Los Angeles.
[Gambas:Video CNN]