Definsi Mobil Hybrid dan Alasan Banyak Produk Jepang di Indonesia
CNN Indonesia
Sabtu, 06 Agu 2022 08:20 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Mobil hybrid sudah dijual di Indonesia sejak 2009, jauh sebelum pemerintah menetapkan program percepatan ekosistem kendaraan elektrifikasi. (daihatsu.co.jp)
Jakarta, CNN Indonesia --
Era percepatan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia baru dimulai pada 2019. Namun buat Anda yang tak terlalu peduli sama otomotif dalam negeri mungkin perlu tahu sebenarnya produk elektrifikasi sudah dijual jauh lebih lama dari itu.
Misalnya saja Toyota sudah meluncurkan Prius di Tanah Air sejak 2009. Saat itu mobil hybrid mulai merangkak jadi tren di negara seperti Jepang dan Amerika Serikat, namun masih dianggap 'mobil aneh' di Indonesia.
Definisi umum mobil hybrid adalah mobil dengan sistem penggerak yang memanfaatkan dua sumber energi, yaitu bahan bakar yang diolah mesin pembakaran dalam dan listrik dari baterai diproses motor listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi penggunaan dari kedua hal ini diklaim menghasilkan efisiensi lebih tinggi dari mesin konvensional.
Teknologi hybrid adalah salah satu produk elektrifikasi, selain itu ada pula yang disebut mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) dan mobil fuel cell (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, ada empat jenis mobil elektrifikasi, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
Dari situ mobil hybrid dikelompokkan menjadi dua, yakni Hybrid Electric Vehicle dan Plug in Hybrid Electric Vehicle.
Khusus untuk Hybrid Electric Vehicle dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu full hybrid dan mild hybrid.
Berdasarkan aturan itu definisi full hybrid adalah kendaraan Hybrid Electric Vehicle yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak (idling stop), pengereman regeneratif (regenerative braking), alat bantu gerak berupa motor listrik (electric motor assist), dan mampu digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV running mode) untuk waktu atau kecepatan tertentu'.
Contoh produk Hybrid Electric Vehicle yang dijual saat ini seperti Toyota Camry dan Alphard.
Sedangkan arti mild hybrid sebagai berikut, 'Kendaraan Mild Hybrid Electric Vehicle merupakan Kendaraan Hybrid Electric Vehicle yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak (idling stop), pengereman regeneratif (regenerative braking), dan alat bantu gerak berupa motor listrik (electric motor assist)'.
Contoh mobil mild hybrid adalah Suzuki Ertiga Hybrid. Beda mild hybrid dengan full hybrid yakni jenis ini tidak punya opsi dikendarai dalam mode motor listrik.
Plug in Hybrid Electric Vehicle
Jenis ini didefinisikan sebagai 'kendaraan bermotor listrik yang setidaknya terdiri dari satu motor listrik atau motor generator dan sekurang-kurangnya satu motor bakar sebagai penerus daya dan dilengkapi dengan sistem pengisian daya eksternal'.
Pengisian baterai kendaraan jenis ini menggunakan alat bantu, misalnya pakai colokan listrik di rumah atau kantor. Salah satu contoh produk Plug in Hybrid Electric Vehicle adalah Mitsubishi Outander PHEV.
Nama lain mobil ini adalah mobil listrik murni seperti mobil Tesla, Hyundai Ioniq 5 dan Wuling AirEV. Penjelasan tentang jenis ini yakni 'kendaraan bermotor yang hanya memiliki motor penggerak listrik dengan sistem penyimpanan energi baterai yang dapat diisi ulang sebagai sumber daya untuk kendaraan'.
Fuel Cell Electric Vehicle
Beda dari produk elektrifikasi lainnya, mobil ini dijelaskan sebagai 'kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi dan motor listrik sebagai sistem penggerak'.
Produk FCEV belum ada yang dijual di Tanah Air. Namun di pasar global sudah tersedia Toyota Mirai Honda Clarity, dan Hyundai ix35.
Transisi
Mobil hybrid di Indonesia saat ini kebanyakan dijual merek Jepang. Kendaraan ini dikatakan sebagai transisi sebelum masuk ke era kendaraan listrik murni.
Alasan dikatakan demikian didasari karena buat produsen lebih mudah mengenalkan mobil hybrid ketimbang melakukan sosialisasi kendaraan listrik murni. Hal ini lantaran cara kerja mobil hybrid tak terlalu beda dari mobil konvensional.
Belum lagi, investasi rata-rata perusahaan otomotif besar di Tanah Air telah dipusatkan buat kendaraan konvensional. Peralihan menuju kendaraan listrik diyakini mesti berjalan tak terlalu cepat agar tak seketika membinasakan industri besar yang sudah dibangun.
Hal lain yang jadi sorotan adalah harga mobil hybrid lebih terjangkau ketimbang mobil listrik murni.
Sehingga, dengan dana yang terbatas, masyarakat dapat ikut mencicipi sensasi menggunakan mobil listrik melalui sistem hybrid.
Lalu hal yang jadi pertanyaan lain adalah tentang infrastruktur mobil listrik murni dalam hal ini stasiun pengisian baterai kendaraan yang jumlahnya masih sangat sedikit.
Mobil hybrid yang beredar di Indonesia sudah cukup banyak dengan pemain utama, Toyota. Merek Jepang tersebut sudah menjual mobil hybrid sejak 2009 melalui Prius.
Kemudian model hybrid dari Toyota buat konsumen Indonesia diperluas, antaranya Crown Hybrid, Alphard Hybrid, Corolla Cross Hybrid, CHR Hybrid, Camry Hybrid, Corolla Altis Hybrid, Century Hybrid, dan kabarnya bakal merilis Kijang Innova Hybrid pada 2022.
Kemudian dari merek Lexus, terdapat model ES 300h dan NX 350h F Sport dan NX 350h Luxury.
Berikutnya merek lain yang ikut menjual hybrid saat ini antaranya Suzuki Ertiga Hybrid, Nissan Kicks, dan Mitsubishi Otlander PHEV.
Jakarta, CNN Indonesia --
Era percepatan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia baru dimulai pada 2019. Namun buat Anda yang tak terlalu peduli sama otomotif dalam negeri mungkin perlu tahu sebenarnya produk elektrifikasi sudah dijual jauh lebih lama dari itu.
Misalnya saja Toyota sudah meluncurkan Prius di Tanah Air sejak 2009. Saat itu mobil hybrid mulai merangkak jadi tren di negara seperti Jepang dan Amerika Serikat, namun masih dianggap 'mobil aneh' di Indonesia.
Definisi umum mobil hybrid adalah mobil dengan sistem penggerak yang memanfaatkan dua sumber energi, yaitu bahan bakar yang diolah mesin pembakaran dalam dan listrik dari baterai diproses motor listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kombinasi penggunaan dari kedua hal ini diklaim menghasilkan efisiensi lebih tinggi dari mesin konvensional.
Teknologi hybrid adalah salah satu produk elektrifikasi, selain itu ada pula yang disebut mobil listrik (Battery Electric Vehicle/BEV) dan mobil fuel cell (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019, ada empat jenis mobil elektrifikasi, yaitu Hybrid Electric Vehicle (HEV), Battery Electric Vehicle (BEV), Plug in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)
Dari situ mobil hybrid dikelompokkan menjadi dua, yakni Hybrid Electric Vehicle dan Plug in Hybrid Electric Vehicle.
Khusus untuk Hybrid Electric Vehicle dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu full hybrid dan mild hybrid.
Berdasarkan aturan itu definisi full hybrid adalah kendaraan Hybrid Electric Vehicle yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak (idling stop), pengereman regeneratif (regenerative braking), alat bantu gerak berupa motor listrik (electric motor assist), dan mampu digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik (EV running mode) untuk waktu atau kecepatan tertentu'.
Contoh produk Hybrid Electric Vehicle yang dijual saat ini seperti Toyota Camry dan Alphard.
Sedangkan arti mild hybrid sebagai berikut, 'Kendaraan Mild Hybrid Electric Vehicle merupakan Kendaraan Hybrid Electric Vehicle yang memiliki fungsi mematikan mesin secara otomatis saat berhenti sejenak (idling stop), pengereman regeneratif (regenerative braking), dan alat bantu gerak berupa motor listrik (electric motor assist)'.
Contoh mobil mild hybrid adalah Suzuki Ertiga Hybrid. Beda mild hybrid dengan full hybrid yakni jenis ini tidak punya opsi dikendarai dalam mode motor listrik.
Plug in Hybrid Electric Vehicle
Jenis ini didefinisikan sebagai 'kendaraan bermotor listrik yang setidaknya terdiri dari satu motor listrik atau motor generator dan sekurang-kurangnya satu motor bakar sebagai penerus daya dan dilengkapi dengan sistem pengisian daya eksternal'.
Pengisian baterai kendaraan jenis ini menggunakan alat bantu, misalnya pakai colokan listrik di rumah atau kantor. Salah satu contoh produk Plug in Hybrid Electric Vehicle adalah Mitsubishi Outander PHEV.
Nama lain mobil ini adalah mobil listrik murni seperti mobil Tesla, Hyundai Ioniq 5 dan Wuling AirEV. Penjelasan tentang jenis ini yakni 'kendaraan bermotor yang hanya memiliki motor penggerak listrik dengan sistem penyimpanan energi baterai yang dapat diisi ulang sebagai sumber daya untuk kendaraan'.
Fuel Cell Electric Vehicle
Beda dari produk elektrifikasi lainnya, mobil ini dijelaskan sebagai 'kendaraan bermotor yang dilengkapi dengan sel bahan bakar (fuel cell) sebagai sumber energi dan motor listrik sebagai sistem penggerak'.
Produk FCEV belum ada yang dijual di Tanah Air. Namun di pasar global sudah tersedia Toyota Mirai Honda Clarity, dan Hyundai ix35.
Merek Jepang Anggap Mobil Hybrid Transisi ke Mobil Listrik
Prototipe mobil listrik Toyota Innova. (CNN Indonesia/Rayhand Purnama)
Transisi
Mobil hybrid di Indonesia saat ini kebanyakan dijual merek Jepang. Kendaraan ini dikatakan sebagai transisi sebelum masuk ke era kendaraan listrik murni.
Alasan dikatakan demikian didasari karena buat produsen lebih mudah mengenalkan mobil hybrid ketimbang melakukan sosialisasi kendaraan listrik murni. Hal ini lantaran cara kerja mobil hybrid tak terlalu beda dari mobil konvensional.
Belum lagi, investasi rata-rata perusahaan otomotif besar di Tanah Air telah dipusatkan buat kendaraan konvensional. Peralihan menuju kendaraan listrik diyakini mesti berjalan tak terlalu cepat agar tak seketika membinasakan industri besar yang sudah dibangun.
Hal lain yang jadi sorotan adalah harga mobil hybrid lebih terjangkau ketimbang mobil listrik murni.
Sehingga, dengan dana yang terbatas, masyarakat dapat ikut mencicipi sensasi menggunakan mobil listrik melalui sistem hybrid.
Lalu hal yang jadi pertanyaan lain adalah tentang infrastruktur mobil listrik murni dalam hal ini stasiun pengisian baterai kendaraan yang jumlahnya masih sangat sedikit.
Mobil hybrid yang beredar di Indonesia sudah cukup banyak dengan pemain utama, Toyota. Merek Jepang tersebut sudah menjual mobil hybrid sejak 2009 melalui Prius.
Kemudian model hybrid dari Toyota buat konsumen Indonesia diperluas, antaranya Crown Hybrid, Alphard Hybrid, Corolla Cross Hybrid, CHR Hybrid, Camry Hybrid, Corolla Altis Hybrid, Century Hybrid, dan kabarnya bakal merilis Kijang Innova Hybrid pada 2022.
Kemudian dari merek Lexus, terdapat model ES 300h dan NX 350h F Sport dan NX 350h Luxury.
Berikutnya merek lain yang ikut menjual hybrid saat ini antaranya Suzuki Ertiga Hybrid, Nissan Kicks, dan Mitsubishi Otlander PHEV.