Efisiensi, Alasan Johnny Plate Ingin Ciptakan Super App

CNN Indonesia
Senin, 08 Agu 2022 20:00 WIB
Super app ala Kominfo merupakan perampingan sejumlah aplikasi milik pemerintah, baik yang besar maupun mikro. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate. (Foto: CNN Indonesia/Yuliyanna Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan wacana aplikasi super atau super app di platform milik pemerintah.

Untuk apa super app yang mengakomodir situs pemerintah itu?

Ia menjelaskan super app merupakan perampingan sejumlah aplikasi milik pemerintah, baik yang besar maupun mikro.

"Saat ini pemerintah menggunakan lebih dari 24.700 aplikasi, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.Untuk membuatnya lebih efisien dan memudahkan maka perlu disatukan," ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta, , Senin (8/8).

Sebagai contoh, kata dia, saat ini beberapa pemerintah daerah punya aplikasi mikro yang kemungkinan hanya digunakan untuk lingkungan kerjanya saja, maka aplikasi itu akan disatukan di super app.

Meski demikian, integrasi super app itu tak berlaku bagi kementerian atau lembaga yang sudah membangun aplikasi besar dan banyak penggunanya.

Untuk diketahui, sejumlah aplikasi milik pemerintah sudah banyak digunakan masyarakat secara masif, di antaranya Pedulilindungi dan aplikasi E-Kemenkeu.

Lanjut Johnny menjelaskan, nantinya super app itu akan dirampingkan menjadi delapan hingga sepuluh aplikasi saja.

Johnny mengatakan saat ini setidaknya ada 24.700 aplikasi milik pemerintah, baik milik pemerintah pusat maupun daerah. Jika tidak jelas peruntukannya, akan dirampingkan karena dinilai tidak efisien.

"Kita berpikir untuk melakukan satu model aplikasi yang menjangkau semuanya, atau yang dikenal super app," tuturnya.

Menyoal kapan super app itu akan digelar, dia enggan berkomentar lantaran masih disiapkan dan disesuaikan dengan kondisi keuangan negara.

Pihaknya mengaku saat ini tengah menyiapkan susunan anggaran agar bisa menciptakan model super app tersebut.

"Ini sedang kita siapkan, tergantung juga keuangan negara. Kira-kira tergantung keuangan negara," tuturnya.

Sebelumnya Johhny sempat membahas ihwal integrasi aplikasi pemerintah menjadi super app pada Senin (11/7).

Ia menilai aplikasi yang digunakan oleh pemerintahan kini sudah terlalu banyak. Pihaknya pun akan menggabungkannya ke dalam satu aplikasi super yang mewadahi semua alias super app.

Menurutnya, hal itu tidak efisien lantaran tiap aplikasi bekerja masing-masing.

"Di setiap kementerian dan lembaga pemerintah daerah memiliki aplikasi yang berbeda-beda di setiap sub unitnya, sangat tidak efisien," kata Johnny di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2022, dikutip dari siaran YouTube-nya, Senin (11/7).

Pihaknya pun mengklaim super app itu memiliki efisiensi lebih tinggi dan menghemat anggaran ketimbang yang dikeluarkan saat ini.

"Puluhan triliun hematnya, kalau itu bisa dilakukan luar biasa untuk kita," klaim politikus Partai NasDem itu.

(can/mik)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER