Satelit Rusia Mepet Wahana Pengintai Milik AS, Bisa Intip Data?

CNN Indonesia
Jumat, 12 Agu 2022 16:00 WIB
Pentagon sedang kesal dengan satelit Rusia yang diduga memata-matai satelit Paman Sam karena orbitnya berdekatan. Bisakah sebenarnya satelit intip satelit lain? Ilustrasi. Satelit Rusia diklaim memata-matai satelit AS. (Foto: WikiImages/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amerika Serikat menuding satelit Rusia Kosmos 2558 punya misi memata-matai satelit pertahanannya karena ditempatkan di orbit yang berdekatan. Apa yang bisa diintip satelit di satelit lain?

Satelit Rusia yang diluncurkan pada 1 Agustus itu terlihat ditempatkan di orbit yang hampir sama dengan satelit pengintai rahasia Amerika yang diluncurkan pada 2 Februari.

Satelit AS itu sendiri bernama USA 326, satelit militer rahasia Amerika yang diluncurkan ke orbit rendah Bumi awal tahun ini memakai roket SpaceX Falcon 9.

Menurut pelacak satelit yang berbasis di Belanda, Marco Langbroek, pada 2 Agustus Kosmos 2558 membayangi orbit satelit Amerika, dengan perbedaan hanya 0,04 derajat dan jarak pemisahan 60 kilometer.

Ia, yang juga merupakan dosen astrodinamika di Delft Technical University di Belanda, mengatakan peluncuran satelit Rusia yang baru itu dijadwalkan untuk menyamai AS 326 yang melewati pelabuhan antariksa Rusia Plesetsk.

"Kedua orbitnya sangat dekat. Perbedaan utama adalah perbedaan yang relatif kecil beberapa puluh kilometer di ketinggian orbit. Jadi itu indikasi yang sangat jelas," katanya dikutip Popular Mechanics.

Militer AS pun mengutuk aksi Rusia itu. "Itu benar-benar perilaku yang tidak bertanggung jawab," kata Jenderal James H. Dickinson, Komandan Angkatan Luar Angkasa AS, dikutip dari Space.com.

"Kami melihat bahwa itu berada di orbit yang mirip dengan salah satu aset bernilai tinggi kami untuk pemerintah AS. Jadi kami akan terus lakukan untuk memperbarui dan melacaknya," lanjut Dickinson.

Menurut laporan NBC News di National Space Defense Center (NSDC) Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Schriever, Colorado Springs, AS, misi tersebut bertujuan untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data dari berbagai satelit dan stasiun pemantauan berbasis darat.

Setelah itu, satelit membagikan informasi itu ke seluruh komunitas militer dan intelijen AS.

"Kami memiliki beberapa kemampuan luar angkasa yang sangat bagus hari ini yang akan segera memberi tahu kami jika ada peluncuran," kata seorang perwira Angkatan Luar Angkasa yang tidak disebutkan namanya di NBC Nightly News.

Sementara, Kosmos 2558, yang dijuliki 'satelit inspektur', mampu bermanuver dekat dengan pesawat ruang angkasa lain. Beberapa satelit Rusia lainnya menunjukkan perilaku yang sama.

Sejauh ini, misi dan kemampuan satelit Amerika yang diintai oleh Kosmos 2558 belum diketahui. Namun, satelit ini diyakini mampu mengumpulkan data intelijen pencitraan.

Pihak Rusia sendiri belum memberikan tanggapannya atas tudingan AS itu.

Ini bukan pertama kalinya Amerika Serikat mengutuk kegiatan Rusia yang tidak bertanggung jawab di orbit.

Pada 2021, Rusia menembakkan rudal untuk menghancurkan salah satu satelitnya sendiri yang mati, meninggalkan ribuan keping puing orbit yang dapat dilacak, beberapa di antaranya mendorong Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) untuk bermanuver keluar dari bahaya.

"Perilaku berbahaya dan tidak bertanggung jawab membahayakan keberlanjutan jangka panjang luar angkasa dan dengan jelas menunjukkan klaim Rusia menentang senjata dan persenjataan luar angkasa adalah tidak jujur dan munafik," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price saat itu.

[Gambas:Video CNN]

(can/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER