4 Tanda China Ingin Kuasai Bulan Sendirian Versi NASA

CNN Indonesia
Selasa, 05 Jul 2022 20:42 WIB
NASA menuding China hendak menguasai Bulan sendirian sambil memaparkan sejumlah indikasinya. Apa saja? Ilustrasi. Perlombaan luar angkasa kembali memanas usai tudingan NASA terhadap China. (Foto: REUTERS/TYRONE SIU)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Antariksa dan Penerbangan Amerika Serikat (NASA) menuding China hendak menguasai Bulan sendirian. Sejumlah indikasi pun dipaparkan.

Tudingan itu disampaikan oleh bos NASA Bill Nelson pada Senin (4/7). Ia mengatakan saat ini perlombaan di luar angkasa terjadi antara pihaknya dengan China, berbeda dari kondisi di masa lalu, yakni dengan Uni Soviet yang kini Rusia.

Sebagai informasi, China meningkatkan program luar angkasanya dalam satu dekade terakhir lewat eksplorasi Bulan sebagai fokusnya. Negara itu melakukan pendaratan tanpa awak bulan pertamanya pada 2013.

China juga berharap meluncurkan roket yang cukup kuat agar bisa mengirim astonaut ke Bulan, menjelang akhir dekade ini.

"Ada perlombaan baru ke luar angkasa, kali ini dengan China," ucap Bill dikutip media Jerman, Bild.

Merespons tudingan-tudingan itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan ini bukan kali pertama bos NASA melontarkan pernyataan sejenis.

"China dengan tegas menentang pernyataan tidak bertanggung jawab seperti itu," kata dia.

Zhao menjelaskan China selalu mempromosikan pembangunan masa depan bersama bagi umat manusia di luar angkasa dan menentang persenjataannya serta perlombaan senjata apa pun di luar angkasa.

Lalu apa yang jadi dasar tudingan NASA itu?

1. Rencana pendirian pangkalan di Bulan

Salah satu wacana terbaru China ialah pendirian pangkalan sendiri di Bulan pada 2035, bersama dengan Rusia. Jika hal itu berhasil, taikonaut, sebutan bagi astronaut dari China, dapat melakukan eksperimen di bulan mulai 2036.

Nelson secara khusus menduga China menargetkan kutub selatan Bulan secara khusus jadi wilayah yang diperebutkan karena diduga memiliki endapan air, yang dapat digunakan di masa depan untuk menghasilkan bahan bakar roket.

Dengan begitu, siapa pun yang mendominasi sisi selatan Bulan punya basis penting di luar angkasa.

2. Pembersih sampah antariksa

Sampah antariksa buatan manusia yang sudah tidak berfungsi seperti bekas roket, satelit tua dan pecahannya, kerap seliweran di ruang angkasa.

Saat ini, China sudah mengembangkan teknologi untuk bisa menangkap atau menjaring puing-puing luar angkasa itu. Teknologi tersebut berupa robot yang memiliki lengan yang bisa menjaring sampah-sampah tersebut.

"Mereka belajar di sana bagaimana cara menghancurkan satelit orang lain," cetus Nelson.

Transparansi misi luar angkasa yang minim di halaman berikutnya...

Pencurian Teknologi hingga Agresivitas

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER