Mengenal Jejak Residu yang Diklaim Bisa Buktikan Keterlibatan Sambo

CNN Indonesia
Senin, 15 Agu 2022 15:05 WIB
Residu tembakan dinilai dapat membuktikan keterlibatan eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dalam pembunuhan Brigadir J. Apa itu jejak residu? Ilustrasi. Jejak residu bisa tertinggal di tubuh penembak selama tak dibersihkan total. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gun Shot Residue (GSR) atau residu tembakan dinilai dapat menjadi salah satu bukti bahwa mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo terlibat dalam pembunuhan Brigadir J. Lantas apa itu jejak residu?

Sebelumnya, Komisi Nasional Hak Asadi Manusia (Komnas HAM) masih mencari jejak data residu di tubuh Ferdy Sambo. Pada pemeriksaan hasil uji balistik Rabu (10/8), tim Pusat Laboratorium Forensi Polri mengaku belum memeriksa hal itu.

Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM, mengatakan data GSR penting dalam rangka memastikan siapa saja yang menembak Brigadir J di tempat kejadian perkara (TKP).

"Residu paling banyak dimana dan lain sebagainya, ya pentingnya itu mengecek residu itu," ucap dia, Jakarta, Rabu (10/9).

Dikutip dari Science Direct, jejak residu sendiri terdiri dari partikel mesiu yang tidak terbakar atau terbakar sebagian; jelaga; nitrat; dan nitrit dari pembakaran bubuk, partikel primer seperti oksida timbal, antimon, dan barium, dan partikel peluru atau jaket peluru.

Semua bahan tersebut diuapkan saat senjata api melepaskan tembakan.

Material ini diproyeksikan dari laras senjata yang berbentuk kerucut. Material-material itu juga dikeluarkan dari berbagai bukaan senjata seperti chamber, ejection port, dan slide action.

Jejak residu disebut dapat membantu menentukan jarak moncong ke target dalam investigasi terkait penembakan yang dilakukan seseorang.

Pengujian dilakukan harus menggunakan pabrikan, merek senjata api, dan amunisi yang sama untuk mereproduksi variabel yang terlibat secara akurat.

Jejak residu tembakan senjata diuji dengan mengangkat sampel dari tangan atau pakaian terdakwa dan kemudian menguji untuk melihat apakah lift tersebut mengandung partikel barium, antimon, dan timah yang menyatu, yang diketahui ada di GSR.

Jika tes jejak residu positif, ada banyak masalah yang dapat memengaruhi kekuatan dan keandalan bukti tersebut. Dalam setiap laporan pengujian GSR selalu ada penafian.

Maksudnya, hasil tes GSR positif tidak berarti pihak terkait telah menembakkan senjata. Bahkan jika partikel barium, antimon, dan timbal yang menyatu ditemukan.

Material ini bisa saja berasal dari bahan lain, seperti bantalan rem atau kembang api, atau bisa jadi akibat sampel yang terkontaminasi, seperti dikutip Ohio Crime Law.

Kemudian, hasil tes GSR negatif juga tidak berarti terdakwa tidak menembakkan senjata. Partikel GSR bisa saja hanyut atau terdakwa bisa saja memakai sarung tangan.

Jejak residu sangat rapuh dan mudah hilang dari beberapa permukaan dengan sentuhan lembut. Selain itu, kontaminasi bagian yang diperiksa juga menjadi masalah, terutama ketika petugas polisi yang juga melepaskan senjata api terkait.

Seringkali petugas polisi tidak mengumpulkan sampel GSR dengan cara yang benar untuk mencegah peluang kontaminasi. Biro Investigasi Federal (FBI) dan sebagian besar departemen kepolisian merekomendasikan agar sampel GSR diambil dari tersangka segera di tempat kejadian sebelum diborgol atau diangkut ke mobil polisi.

Studi di wilayah metropolitan utama di seluruh negeri telah menentukan bahwa ada jumlah partikel GSR yang sangat tinggi pada borgol, kursi belakang mobil polisi, sel tahanan, meja dan kursi interogasi, serta pada petugas polisi itu sendiri.

Dengan kata lain, jejak residu mempunyai nilai pembuktian yang sangat terbatas tergantung dari banyak faktor, termasuk waktu pengambilan sampel.

Diketahui, Brigadir J mulanya diklaim tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Polisi mengklaim penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo.

Belakangan, Polri meralat pernyataan dan menyebut bahwa Brigadir J dibunuh secara berencana dan bersama-sama atas perintah Sambo.

Terlepas dari itu, waktu kejadian pembunuhannya sudah terlalu lama. Masihkah pencarian jejak residu efektif?

(lom/arh)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER