Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah pencapaian dan peristiwa di bidang sains dan teknologi terjadi pada 2022. Apa saja hal tersebut?
Mengutip The Guardian, berdasarkan pilihan para ilmuwan, beberapa pencapaian penting di 2022 di antaranya adalah misi mengalihkan orbit asteroid, hingga penciptaan booster Covid-19.
Dengan deret kemajuan itu apakah mungkin tahun depan bisa kian dekat dengan Mars dan pandemi terhapus? Kita tunggu saja jawabannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang jelas, berikut daftar perkembangan sains sepanjang 2022:
1. Misi DART
Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) dan Badan Antariksa Eropa (ESA) bekerjasama mengetes sistem pertahanan Bumi. Kedua badan antariksa itu bekerjasama melakukan misi Double Asteroid Re-Direction Test (DART).
Misi itu mencoba membelokan obyek antariksa dengan sengaja menabrakan sebuah pesawat ke asteroid Dimorphos yang merupakan asteroid satelit dari Didymos.
Kolaborasi NASA dan ESA pada Selasa (27/9) sukses menabrakkan pesawat ke asteroid Dimorphos yang berukuran lebih kecil.
Misi ini pun berhasil memperpendek orbit Dimorphos sekitar 32 menit dari semula 11 jam 55 menit menjadi 11 jam 23 menit. Angka tersebut terbilang melampaui target yang semula perubahan orbit diperkirakan hanya 73 detik.
Asteroid Dimorphos dan Didymos sejatinya tak berbahaya bagi Bumi. Dimorphos merupakan asteroid satelit berukuran 160 meter dari Didymos yang berukuran lebih besar yakni 780 meter.
Karena ukurannya inilah, asteroid tersebut dianggap bisa menjadi eksperimen yang pas untuk mengetes sistem pertahanan planet NASA. Menyusul Misi DART, ESA akan melakukan misi Hera pada 2024 untuk meneliti dampak tabrakan itu.
2. Misi Artemis 1
NASA pada awal Desember 2022 sukses menuntaskan misi Artemis 1. Hal tersebut ditandai dengan mendaratnya kapsul Orion di Samudra Pasifik pada Minggu (11/12).
Kapsul dengan awak berupa manekin tersebut sebelumnya 'menumpang' roket SLS untuk mengorbit di Bulan. NASA sendiri menggelar misi Artemis 1 dengan tujuan membawa kembali manusia ke Bulan pada 2025.
NASA terakhir kali menerbangkan astronaut ke Bulan pada misi Apollo 17 pada 19 Desember 1972. Setelah itu, karena biaya yang sangat mahal, NASA urung lagi melakukan misi serupa.
Orion diterbangkan ke Bulan tanpa membawa satu pun astronaut. Sebagai gantinya, NASA membawa tiga manekin dan beberapa barang lain guna melihat dampak radiasi terhadap para astronaut dalam misi setelahnya.
Penerbangan Orion ke Bulan menggunakan roket SLS dilakukan pada 16 November dari Kennedy Space Center, Florida, AS. Ia menempuh perjalanan selama 25 hari dan berhasil mendekati orbit Bulan dengan jarak 130 km.
3. Booster Covid-19
Kemunculan covid-19 memicu penciptaan sekaligus inovasi dalam hal pemberian vaksin dan booster. Salah satunya adalah usaha untuk menciptakan vaksin multivalen, bukan sekadar bivalen.
Mengutip Cancer, vaksin bivalen merupakan sebuah vaksin yang bekerja dengan menstimulasi respon imun melawan dua antigen berbeda seperti dua virus berbeda atau mikroorganisme lainnya.
Kehadiran Covid-19 membuat para ahli berusaha mencoba menciptakan vaksin multivalen, yang berarti bisa melawan lebih dari dua virus. Selain itu, para ahli juga berusaha mengubah cara pemberian vaksin menjadi dihirup.
Vaksin jenis itu sudah digunakan di China untuk melawan Covid-19 dan mungkin menawarkan perlindungan jangka panjang terhadap virus yang menyerang pernapasan.
4. AI di Dunia Medis
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan juga merambah dunia medis. Pengaplikasian AI bahkan membantu para ahli melawan resistensi antimikroba (antimicrobial resistance, AMR) yang telah menjadi ancaman global.
Mengutip situs Balai Besar Veteriner Wates, AMR adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti bakteri, virus, fungi, dan parasit menjadi resisten atau kebal terhadap antimikroba (antibiotik, antivirus, antifungal, antiparasit) yang sebelumnya efektif untuk melawan mereka.
Riset terhadap AMR, yang dipublikasikan pada tahun ini, mengindikasikan 4,95 juta kematian diasosiasikan dengan bakteria anti-obat pada tahun 2019. Bakteri itu membuat infeksi yang tidak bisa diobati menjadi salah satu penyebab utama kematian.
Namun penggunaan AI memberi secercah harapan melawan AMR. Yue Ma dan kolega dari Chinese Academy of Sciences menggunakan teknik machine-learning untuk mengidentifikasi peptida antimikroba yang dikodekan oleh sekuens genom pada mikroba di usus manusia.
Algoritma yang digunakan berhasil mengidentifikasi 2.349 sekuens peptida antimikroba potensial. Dari jumlah itu, 216 peptida disintesiskan dengan metode kimiawi.
Sebanyak 181 di antaranya menunjukkan memiliki aktivitas antimikrobial. Tingkat kesuksesan itu tergolong impresif, yang mana tak mungkin dicapai tanpa bantuan AI.
Melansir situs IPB, peptida antimirobial merupakan kelompok senyawa yang dapat digunakan sebagai alternatif antibiotik konvensional untuk membasmi berbagai mikroba patogen.
5. Sel Sabit
Para ahli jugaa membuat sedikit kemajuan dalam pengobatan anemia sel sabit (sickle cell disease). Itu adalah penyakit di mana sel darah merah berubah bentuk menjadi sabit yang bisa menyebabkan penderitanya anemia.
Sebuah obat yang semula dikembangkan untuk merawat defisiensi enzim, ternyata bisa digunakan untuk mengobati anemia dan mengurangi fase akut dan sakit parah dalam anemia sel sabit.
Meski baru fase awal, para ahli menemukan hal itu lewat pengamatan terhadap karakter para penderita anemia sel sabit, ketimbang berfokus kepada sel darah merah mereka.
Perkembangan ini pun dikatakan bakal menguntungkan para penderita dengan kondisi lain dan membawa harapan bagi seluruh dunia terutama di Afrika, subkontinen India, dan Amerika Selatan.
Kemajuan lainnya di halaman berikut...
Anemia Hingga Baterai
Ilustrasi. Tahun 2022 juga ditandai dengan adanya inovasi dalam hal baterai untuk mobil listrik. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
6. Dua Ahli Matematika Raih 'Nobel'
Dua ahli matematika, James Maynard dan Maryna Viazovska, berhasil meraih medali Fields. Medali itu semacam hadiah nobel bagi para ahli matematika dan diberikan setiap empat tahun sekali kepada ahli di bawah usia 40 tahun.
James merupakan ahli matematika asal Inggris yang telah memberikan 'kontribusi spesial' terhadap teori nomor analitik (analytic number theory).
Sumbangan James itu memungkinkan adanya kemajuan signifikan dalam pengertian terhadap struktur bilangan prima dan dalam perkiraan diophantine.
Pembuktian cemerlang yang dilakukan James adalah terhadap pernyataan bahwa ada banyak bilangan prima tak terbatas yang desimalnya tidak mengandung angka 7. Meski terdengar sederhana, tidak banyak orang yang bisa membuktikan hal tersebut.
Selain James, Maryna dari Ukraina juga menerima medali Fields. Ia merupakan wanita kedua yang memenangkan medali tersebut.
"Maryna telah sukses melakukan hal yang jelas tak banyak orang bisa melakukannya," kata ahli matematika Henry Cohn.
7. Penemuan Brillouin
Dua tim ilmuwan masing-masing dari Jerman dan Amerika Serikat mempublikasikan dua hasil studi terpisah tentang Brillouin microscopy. Metode tersebut merupakan metode optik yang memungkinkan para ahli mengukur kekakuan sel (cell-stiffness) tanpa merusaknya.
Perkembangan dengan teknik tersebut berdampak signifikan terhadap diagnosa penyakit sepeti kanker dan alzhemier. Metode ini juga merevolusi cara ilmuwan mengukur dan melacak perubahan mekanis sel manusia saat perkembangan normal.
Bukan hanya itu, metode ini juga secara kritis memperbaiki pengertian terhadap pentingnya pemaksaan mekanis di biologi.
Tanda-tanda awal pada penyakit seperti kanker dan alzhemier sering diasosiasikan dengan perubahan kekakuan pada sel. Namun mengukur tingkat kekakuan itu dan organ di dalam tubuh serta perubahannya saat berkembang dan sakit, sangatlah sulit.
Selama ini, pengaplikasian pemaksaan menjadi andalan yakni dengan cara mencolek atau memotong sel lalu melihat responnya. Sayangnya, cara itu invasif dan merusak serta tidak mudah dilakukan pada sel yang hidup atau organ pada binatang, apalagi manusia.
8. Tiga Ilmuwan Raih Nobel Fisika
Tiga ilmuwan masing-masing Aspect, John F Clauser dan Anton Zeilinger meraih Nobel Fisika 2022 berkat eksperimennya terhadap keterikatan kuantum atau quantum entanglement.
Secara singkat, keterikatan kuantum adalah ketika dua partikel kuantum disebut sebagai satu entitas karena saling memengaruhi meski terpisah; hal yang digambarkan Einstein sebagai "aksi seram di kejauhan".
Para ahli ini dianggap sebagai peletak kemajuan dalam komputer kuantum untuk mengerjakan kalkulasi kompleks yang tidak mungkin dikerjakan komputer konvensional. Mereka juga dianggap memajukan pengetahuan soal enkripsi kuantum yang memungkinkan keamanan komunikasi.
Mereka juga dipuji karena menyediakan lebih banyak eksperimen terhadap salah satu pertanyaan terbesar di bidang ilmu sains yakni bagaimana mencari kecocokan mekanika kuantum dengan teori relativitas umum milik Albert Einstein.
[Gambas:Photo CNN]
9. Inovasi Bidang Baterai
Sebuah makalah yang ditulis oleh Chao-Yang Wang memuat inovasi yang bisa diterapkan pada baterai di kendaraan listrik. Di dalam makalah tersebut dijelaskan cara mengisi ulang baterai dengan sangat cepat hanya dalam beberapa menit.
Selama ini mengisi ulang baterai kendaraan listrik dengan cepat menjadi tantangan bagi para ilmuwan, teknisi, dan para ahli kimia. Jika dapat mengisi ulang baterai mobil hanya dalam waktu 10-12 menit, mengisi ulang baterai menjadi tidak masalah.
Hal itu juga bisa menciptakan baterai yang lebih kecil dan murah. Perkembangan juga dibuat dalam hal bahan baku baterai yang kini lebih murah menggunakan sodium daripada lithium yang lebih langka dan mahal.