Viral Jemaah Haji Borong 'Emas' Saudi, Simak Cara Cek Keasliannya
CNN Indonesia
Sabtu, 22 Jul 2023 06:44 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Emas palsu jadi sorotan di Arab Saudi. (Antara Foto/Wahyu Putro)
Jakarta, CNN Indonesia --
Media sosial sempat dihebohkan dengan klaim perhiasan emas dari seorang jemaah haji. Terlepas dari kepalsuannya, fenomena perhiasan imitasi tengah jadi perhatian di Arab Saudi, terutama di musim haji. Cek fakta-faktanya.
Sebelumnya, muncul pengakuan beberapa jemaah haji tanah air yang membeli emas dalam jumlah besar dari Saudi. Mir'a Hayati dari Sulawesi Selatan misalnya, mengklaim membeli emas 1 kg saat menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu.
Ada juga Suarnati Daeng Kanang (46), jemaah dari daerah yang sama, membawa pulang perhiasan emas seberat 100 gram. Video pengakuannya viral di media sosial. Bea Cukai Makassar pun melakukan penyelidikan. Hasilnya, emas itu terdeteksi palsu alias imitasi.
Di luar kebenaran pengakuan para jemaah haji itu, isu emas palsu atau imitasi memang tengah menjadi sorotan di Arab Saudi, apalagi di musim haji.
Sebuah video yang diunggah oleh anggota Komite Logam Mulia Saudi mengungkap beberapa produsen emas memanipulasi emas dan berlian viral di media sosial.
Sontak hal ini sempat menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian emas di Kerajaan Arab Saudi. Pembuatan emas imitasi ini juga membuat banyak pedagang kehilangan pasar, dan industri tersebut dikendalikan oleh kalangan luar, mengutip Arab News.
Dalam video tersebut, Mohammed Azooz mengungkapkan bagaimana orang-orang mengelak dari Bea Cukai dan menyelundupkan emas ke dalam negeri, terutama saat musim haji untuk menyasar jemaah.
Terjemahan bahasa Arab #cheating_in_jewelry menjadi trending topic di Twitter selama beberapa hari. Sejumlah orang memposting tentang masalah tersebut, menyalahkan mereka yang menjual emas palsu kepada para jemaah dengan mengklaimnya sebagai emas murni.
Komposisi
Jenis emas tergantung pada persentase emas per kilogram. Misalnya, emas 24 karat (K), yang dianggap paling baik kualitasnya, adalah 99 persen emas yang dicampur dengan 1 persen logam seperti perak atau tembaga.
Jenis emas ini dianggap murni, dan tidak digunakan untuk perhiasan.
Untuk karat di bawahnya, komposisi logam tamahannya pun berbeda-beda. 1 kilogram emas 22K terdiri dari 125 gram logam mulai ditambahkan ke 875 gram emas murni.
Emas 21K dengan berat yang sama terdiri dari 150 gram logam ditambah 850 gram emas murni; emas 18K memiliki 250 gram logam mulia per kilogram.
Cara cek emas asli atau palsu
Dengan meningkatnya sorotan soal emas imitasi di Saudi, jemaah haji Indonesia khususnya mesti memperhatikan sejumlah hal agar bisa memastikan keasliannya.
Berikut adalah cara mengecek keaslian emas, merujuk Saudiscoop.
1. Rasakan dengan kulit
Mengecek emas dengan cara ini mengharuskan Anda menggosokkan perhiasan ke tangan Anda. Emas asli, saat bersentuhan dengan kulit tidak menyebabkan perubahan warna.
Namun, jika Anda memiliki emas palsu, perhiasan itu akan bereaksi dengan keringat dari tangan yang membuat perubahan warna kulit. Kulit Anda akan berubah warna menjadi hitam, biru, atau hijau di area yang bersentuhan dengan emas palsu.
Anda juga dapat melakukan pengetesan ini ke kulit orang yang kekurangan zat besi. Garis hitam akan terbentuk di area yang bersentuhan jika emas itu asli.
Emas adalah logam yang sangat tidak reaktif, setiap jejak perubahan pada kulit berarti itu adalah emas palsu.
Namun, ketika mengecek keaslian emas menggunakan foundation cair pada area kontak tersebut memberikan hasil sebaliknya. Saat emas asli bersentuhan dengan riasan, hasilnya kulit menjadi hitam.
3. Dimasukkan ke dalam air
Dengan memasukkan perhiasan emas ke dalam air juga bisa mengetahui apakah itu emas asli atau palsu. Emas relatif merupakan logam yang padat, dan karenanya ketika dimasukkan ke dalam wadah berisi air, ia cenderung akan tenggelam di dasar wadah.
Sementara, jika emas itu mengapung atau ketika dimasukkan ke dalam air, kemungkinan besar itu adalah emas palsu.
Lima cara lain mengecek emas palsu di halaman berikutnya...
4. Uji kepadatan
Untuk melakukan tes ini, Anda perlu beberapa alat, yakni timbangan (untuk menimbang emas), wadah air, serta alat untuk mengukur kadar air dalam satuan mililiter.
Jika alat-alat tersebut sudah siap, Anda perlu mengukur ketinggian air dan mencatatnya. Selanjutnya, jatuhkan emas ke dalam wadah.
Ukur kembali ketinggian air setelah Anda menjatuhkan emas Anda. Selanjutnya, kurangi kedua pengukuran yang Anda miliki, nanti akan ketahuan kerapatan perhiasan emas.
Standar kepadatan sebuah emas adalah 19,3 gram per mililiter (g/ml). Jika kepadatan yang telah Anda hitung mendekati angka ini, dapat dipastikan itu adalah emas asli.
Ada perbedaan kepadatan logam yang berbeda. Misalnya, emas putih lebih berat daripada emas kuning, dan massa jenis emas kuning 14K hingga 22K adalah antara 12,9 g/ml dan 17,7 g/ml.
Sebagai perbandingan, massa jenis emas putih 14K hingga 22K adalah antara 14 g/ml hingga 17,8 g/ml.
5. Pakai magnet
Anda juga bisa mengecek keaslian emas dengan menggunakan magnet. Emas tidak bersifat magnetik, sehingga tidak akan tertarik ke medan magnet yang kuat.
Namun, ada sedikit gaya tarik menarik antara emas dan magnet. Ini bisa jadi karena perhiasan itu adalah paduan dan mengandung sebagian kecil logam dan emas lainnya.
Jika ada daya tarik antara magnet dan perhiasan, berarti bisa dipastikan kalau emas itu palsu.
Beberapa logam dasar yang dicampur dengan emas memiliki sifat non-magnetik, sehingga menurunkan reliabilitas pengujian ini. Oleh karena itu, pengujian ini akan lebih bisa dipercaya jika dilakukan dengan pengujian lain yang lebih akurat.
6. Manfaatkan cuka
Anda juga bisa mengetahui emas asli atau palsu dengan menggunakan cuka. Caranya, teteskan cuka pada perhiasan tersebut.
Jika emas itu asli, tidak akan ada reaksi perubahan warna ketika diteteskan cuka. Namun ketika diteteskan cuka emas itu berubah warna, dapat dipastikan emas itu palsu.
Emas sebagai logam mulia tidak bereaksi bila bersentuhan dengan asam. Untuk melakukan tes ini, gores perhiasan secukupnya untuk meninggalkan bekas yang terlihat dan kemudian tambahkan beberapa tetes asam nitrat ke bekasnya.
Asam bakal melarutkan logam dasar lain yang digunakan dalam pembuatan perhiasan.
Jika berubah menjadi warna hijau, itu berarti Anda memiliki emas palsu. Sementara, jika berubah menjadi putih susu, itu berarti Anda memiliki perak murni.
Jika tidak ada perubahan, bisa dipastikan emas tersebut asli.
Untuk menghilangkan bekasnya, oleskan beberapa tetes aqua regia atau air raja (asam nitrohidroklorat) ke dalamnya. Asam ini melarutkan emas. Jika goresan hilang, dipastikan itu adalah emas asli.
8. Periksa stempel di belakang cincin
Emas asli Saudi memiliki stempel berat atau ciri khas yang menunjukkan kemurnian emas dan pembuatnya. Namun, metode ini tidak mudah karena siapa pun dapat mengukir simbol atau ciri khas pada perhiasan.
Selain itu, tidak semua perhiasan emas asli Saudi memiliki keunggulan ini. Beberapa perhiasan emas antik tidak memiliki stempel, dan stempel serta ciri asli pada perhiasan lama bisa berangsur menghilang.
Jakarta, CNN Indonesia --
Media sosial sempat dihebohkan dengan klaim perhiasan emas dari seorang jemaah haji. Terlepas dari kepalsuannya, fenomena perhiasan imitasi tengah jadi perhatian di Arab Saudi, terutama di musim haji. Cek fakta-faktanya.
Sebelumnya, muncul pengakuan beberapa jemaah haji tanah air yang membeli emas dalam jumlah besar dari Saudi. Mir'a Hayati dari Sulawesi Selatan misalnya, mengklaim membeli emas 1 kg saat menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu.
Ada juga Suarnati Daeng Kanang (46), jemaah dari daerah yang sama, membawa pulang perhiasan emas seberat 100 gram. Video pengakuannya viral di media sosial. Bea Cukai Makassar pun melakukan penyelidikan. Hasilnya, emas itu terdeteksi palsu alias imitasi.
Di luar kebenaran pengakuan para jemaah haji itu, isu emas palsu atau imitasi memang tengah menjadi sorotan di Arab Saudi, apalagi di musim haji.
Sebuah video yang diunggah oleh anggota Komite Logam Mulia Saudi mengungkap beberapa produsen emas memanipulasi emas dan berlian viral di media sosial.
Sontak hal ini sempat menimbulkan pertanyaan mengenai keaslian emas di Kerajaan Arab Saudi. Pembuatan emas imitasi ini juga membuat banyak pedagang kehilangan pasar, dan industri tersebut dikendalikan oleh kalangan luar, mengutip Arab News.
Dalam video tersebut, Mohammed Azooz mengungkapkan bagaimana orang-orang mengelak dari Bea Cukai dan menyelundupkan emas ke dalam negeri, terutama saat musim haji untuk menyasar jemaah.
Terjemahan bahasa Arab #cheating_in_jewelry menjadi trending topic di Twitter selama beberapa hari. Sejumlah orang memposting tentang masalah tersebut, menyalahkan mereka yang menjual emas palsu kepada para jemaah dengan mengklaimnya sebagai emas murni.
Komposisi
Jenis emas tergantung pada persentase emas per kilogram. Misalnya, emas 24 karat (K), yang dianggap paling baik kualitasnya, adalah 99 persen emas yang dicampur dengan 1 persen logam seperti perak atau tembaga.
Jenis emas ini dianggap murni, dan tidak digunakan untuk perhiasan.
Untuk karat di bawahnya, komposisi logam tamahannya pun berbeda-beda. 1 kilogram emas 22K terdiri dari 125 gram logam mulai ditambahkan ke 875 gram emas murni.
Emas 21K dengan berat yang sama terdiri dari 150 gram logam ditambah 850 gram emas murni; emas 18K memiliki 250 gram logam mulia per kilogram.
Cara cek emas asli atau palsu
Dengan meningkatnya sorotan soal emas imitasi di Saudi, jemaah haji Indonesia khususnya mesti memperhatikan sejumlah hal agar bisa memastikan keasliannya.
Berikut adalah cara mengecek keaslian emas, merujuk Saudiscoop.
1. Rasakan dengan kulit
Mengecek emas dengan cara ini mengharuskan Anda menggosokkan perhiasan ke tangan Anda. Emas asli, saat bersentuhan dengan kulit tidak menyebabkan perubahan warna.
Namun, jika Anda memiliki emas palsu, perhiasan itu akan bereaksi dengan keringat dari tangan yang membuat perubahan warna kulit. Kulit Anda akan berubah warna menjadi hitam, biru, atau hijau di area yang bersentuhan dengan emas palsu.
Anda juga dapat melakukan pengetesan ini ke kulit orang yang kekurangan zat besi. Garis hitam akan terbentuk di area yang bersentuhan jika emas itu asli.
Emas adalah logam yang sangat tidak reaktif, setiap jejak perubahan pada kulit berarti itu adalah emas palsu.
Namun, ketika mengecek keaslian emas menggunakan foundation cair pada area kontak tersebut memberikan hasil sebaliknya. Saat emas asli bersentuhan dengan riasan, hasilnya kulit menjadi hitam.
3. Dimasukkan ke dalam air
Dengan memasukkan perhiasan emas ke dalam air juga bisa mengetahui apakah itu emas asli atau palsu. Emas relatif merupakan logam yang padat, dan karenanya ketika dimasukkan ke dalam wadah berisi air, ia cenderung akan tenggelam di dasar wadah.
Sementara, jika emas itu mengapung atau ketika dimasukkan ke dalam air, kemungkinan besar itu adalah emas palsu.
Lima cara lain mengecek emas palsu di halaman berikutnya...
Kepadatan Hingga Stempel
Ilustrasi. Di saat menapak tilas perjalanan Nabi Ibrahim, tak jarang jemaah haji banyak yang flexing lewat emas. (REUTERS/MOHAMED ABD EL GHANY)
4. Uji kepadatan
Untuk melakukan tes ini, Anda perlu beberapa alat, yakni timbangan (untuk menimbang emas), wadah air, serta alat untuk mengukur kadar air dalam satuan mililiter.
Jika alat-alat tersebut sudah siap, Anda perlu mengukur ketinggian air dan mencatatnya. Selanjutnya, jatuhkan emas ke dalam wadah.
Ukur kembali ketinggian air setelah Anda menjatuhkan emas Anda. Selanjutnya, kurangi kedua pengukuran yang Anda miliki, nanti akan ketahuan kerapatan perhiasan emas.
Standar kepadatan sebuah emas adalah 19,3 gram per mililiter (g/ml). Jika kepadatan yang telah Anda hitung mendekati angka ini, dapat dipastikan itu adalah emas asli.
Ada perbedaan kepadatan logam yang berbeda. Misalnya, emas putih lebih berat daripada emas kuning, dan massa jenis emas kuning 14K hingga 22K adalah antara 12,9 g/ml dan 17,7 g/ml.
Sebagai perbandingan, massa jenis emas putih 14K hingga 22K adalah antara 14 g/ml hingga 17,8 g/ml.
5. Pakai magnet
Anda juga bisa mengecek keaslian emas dengan menggunakan magnet. Emas tidak bersifat magnetik, sehingga tidak akan tertarik ke medan magnet yang kuat.
Namun, ada sedikit gaya tarik menarik antara emas dan magnet. Ini bisa jadi karena perhiasan itu adalah paduan dan mengandung sebagian kecil logam dan emas lainnya.
Jika ada daya tarik antara magnet dan perhiasan, berarti bisa dipastikan kalau emas itu palsu.
Beberapa logam dasar yang dicampur dengan emas memiliki sifat non-magnetik, sehingga menurunkan reliabilitas pengujian ini. Oleh karena itu, pengujian ini akan lebih bisa dipercaya jika dilakukan dengan pengujian lain yang lebih akurat.
6. Manfaatkan cuka
Anda juga bisa mengetahui emas asli atau palsu dengan menggunakan cuka. Caranya, teteskan cuka pada perhiasan tersebut.
Jika emas itu asli, tidak akan ada reaksi perubahan warna ketika diteteskan cuka. Namun ketika diteteskan cuka emas itu berubah warna, dapat dipastikan emas itu palsu.
Emas sebagai logam mulia tidak bereaksi bila bersentuhan dengan asam. Untuk melakukan tes ini, gores perhiasan secukupnya untuk meninggalkan bekas yang terlihat dan kemudian tambahkan beberapa tetes asam nitrat ke bekasnya.
Asam bakal melarutkan logam dasar lain yang digunakan dalam pembuatan perhiasan.
Jika berubah menjadi warna hijau, itu berarti Anda memiliki emas palsu. Sementara, jika berubah menjadi putih susu, itu berarti Anda memiliki perak murni.
Jika tidak ada perubahan, bisa dipastikan emas tersebut asli.
Untuk menghilangkan bekasnya, oleskan beberapa tetes aqua regia atau air raja (asam nitrohidroklorat) ke dalamnya. Asam ini melarutkan emas. Jika goresan hilang, dipastikan itu adalah emas asli.
8. Periksa stempel di belakang cincin
Emas asli Saudi memiliki stempel berat atau ciri khas yang menunjukkan kemurnian emas dan pembuatnya. Namun, metode ini tidak mudah karena siapa pun dapat mengukir simbol atau ciri khas pada perhiasan.
Selain itu, tidak semua perhiasan emas asli Saudi memiliki keunggulan ini. Beberapa perhiasan emas antik tidak memiliki stempel, dan stempel serta ciri asli pada perhiasan lama bisa berangsur menghilang.