Bak Professor X, Kursi Roda Ini Bisa Bergerak Cuma Pakai Pikiran
Kursi roda yang bergerak lewat kendali pikiran kini menjadi kenyataan, mengingatkan pada sosok Professor X dalam franchise superhero X-Men.
Teknologi ini memungkinkan pengguna mengarahkan kursi roda tanpa menggerakkan tangan, cukup dengan memusatkan perhatian pada pilihan arah di layar.
Lihat Juga : |
Salah satu produsen yang mengembangkan perangkat tersebut adalah AiMOGA Robotics. Kursi roda bernama AiMOGA BCI menggunakan teknologi brain-computer interface atau antarmuka otak-komputer untuk menerjemahkan sinyal otak menjadi perintah gerak.
AiMOGA menjelaskan teknologi tersebut ditujukan bagi orang yang memiliki keterbatasan gerak tangan atau anggota tubuh, tetapi tetap sadar dan mampu memahami instruksi.
"Tujuan awal kami mengembangkan produk ini adalah untuk memberikan kemudahan dan membuka lebih banyak kemungkinan bagi penyandang paraplegia tingkat tinggi, orang yang mengalami stroke, serta orang dengan gangguan mobilitas lainnya," ujar Head of Brain-Computer Interface AiMOGA Robotics Xie Yuyang dalam keterangannya, Kamis (1/10).
AiMOGA BCI bekerja dengan menggunakan perangkat perekam sinyal EEG atau electroencephalography non-invasif dengan delapan kanal.
Pengguna mengenakan perangkat tersebut, kemudian memusatkan perhatian pada pilihan perintah arah yang ditampilkan di layar.
Sistem akan mengenali sinyal EEG yang sesuai dan menerjemahkannya menjadi perintah maju, mundur, belok kiri, belok kanan, atau berhenti.
"Pengguna hanya perlu memusatkan perhatian pada tombol arah yang ditampilkan di layar untuk mengendalikan pergerakan kursi roda tanpa menggunakan tangan," terang Xie.
Menurut AiMOGA, sistem tersebut memiliki tingkat akurasi pengenalan perintah EEG lebih dari 95 persen. Sementara itu, latensi atau jeda pengenalan perintah diklaim kurang dari tiga detik.
Perangkat ini disebut memadukan antarmuka otak-komputer, kecerdasan buatan (AI), serta kendali gerak robot untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan mesin melalui sinyal otak.r
Selain menerima perintah melalui sinyal otak, kursi roda tersebut dilengkapi LiDAR dan kamera kedalaman. Keduanya mendukung navigasi berbasis peta serta kemampuan mendeteksi dan menghindari rintangan.
AiMOGA juga menyediakan pilihan kendali melalui layar sentuh. Terdapat pula tombol berhenti darurat serta fungsi pengambilalihan kendali secara manual untuk mendukung berbagai skenario penggunaan.
Dengan beragam pilihan tersebut, pengoperasian kursi roda dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi pengguna.
Kemampuan AiMOGA BCI baru-baru ini diuji dalam Global Brain-Computer Interface × Medical Insurance Innovation Scenario Competition 2026 di Hangzhou, China.
Kursi roda tersebut meraih juara pertama kategori "Mind-Driven Wheelchair Challenge" setelah menyelesaikan lintasan dalam waktu 2 menit 16 detik. Catatan waktunya unggul 17 detik dari peserta di posisi kedua.
Dalam kategori ini, peserta mengenakan perangkat perekam EEG dan mengendalikan kursi roda melalui sinyal otak untuk melewati lintasan yang telah ditentukan. Waktu penyelesaian menjadi indikator utama penilaian.
Xie mengatakan unit yang digunakan dibawa dari Wuhu, Provinsi Anhui, ke Hangzhou, lalu disesuaikan dengan lingkungan dan persyaratan kompetisi.
Fitur penghindaran rintangan berbasis LiDAR dan navigasi peta dinonaktifkan sesuai aturan perlombaan.
Menurut perusahaan, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perangkat dalam menangkap sinyal EEG, mengenali perintah, dan mengendalikan gerak kursi roda pada tugas yang diuji.
Kompetisi yang diselenggarakan National Healthcare Security Administration of China bersama Pemerintah Provinsi Zhejiang itu diikuti 415 tim.
Selain kursi roda, tantangan dalam kompetisi mencakup pengendalian drone, lengan robot, robot berkaki empat, pengetikan berbasis kendali otak, hingga permainan balap.
(lom)