Begitu mulianya seorang guru hingga terbitlah berbagai pujian dan syair yang berisikan tentang guru. Guru adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa, katanya. Tetapi jika merujuk dan melihat pada fakta masa kini, masihkah pahlawan tanpa tanda jasa itu pantas untuk disematkan kepada seorang guru?
Nyatanya profesi guru menjadi profesi yang cukup diminati oleh sebagian besar kalangan. Hal ini bisa kita lihat dari banyaknya anak lulus sekolah menengah atas yang memilih untuk melanjutkan kuliahnya di bidang keguruan. Namun apakah para sarjana sarjana di bidang pendidikan ini telah mampu meningkatkan etos pendidikan di Indonesia?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai seorang guru, hal yang harus dilakukan tidak hanya sekadar mentransfer ilmu kepada murid-muridnya, tapi jadi teladan atas segala perangai serta gerak-gerik badan, ucapan dan perbuatannya.
Tetapi jika berkaca pada praktek guru di Indonesia sekarang, berapa persenkah guru yang layak menjadi guru yang hakiki? Pasalnya banyak kita temui kasus-kasus amoral dan kekerasan yang melibatkan guru. Padahal guru adalah ia yang mampu memberikan ilmu dan teladan kepada murid-muridnya. Guru adalah yang digugu lan ditiru, yaitu seorang yang dicontoh dan diteladani. (ded/ded)