Direktur Pengawasan OJK Nasrullah mengatakan selama ini dalam dunia persaruransi banyak sekali masalah antara si penaggung dan tertanggung. Hal ini dikarenakan asuransi merupakan layanan produk non-bank yang hanya menjual janji-janji manis sebelum ada konsumen yang tertarik untuk membeli produk asuransi.
“Asuransi ini kan sangat kompleks masalahnya, karena produk ini jualan janji-janji manis, jualan kertas kepada konsumen, harganya nggak bakal nambah, jika risiko terjadi maka perusahaan asuransi akan membayarkan. Namun jika resiko tidak terjadi maka konsumen tidak mendapatkan apa-apa, di sinilah yang mengakibatkan muncul intrik-intrik yang dimainkan antara perusahaan asuransi dengan konsumen,” tutur Nasrullah di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, beberapa waktu yang lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kebanyakan dalam dunia asuransi saat ini, pelaku usaha asuransi banyak yang bermain nakal terutama para agen yang merayu calon nasabah dengan rayuan yang tidak termaktub dalam polis, sehingga ketika nasabah asuransi mengklaim mereka hanya bisa gigit jari karena klaim mereka tidak termaktub dalam polis. Dari sinilah banyak kasus asuransi yang berakhir di meja hijau pengadilan,” tuturnya.
(ded/ded)