Usai mengumumkan penggantian nama tersebut Wakil Presiden Direktur Bank MNC Benny Purnomo langsung menargetkan dapat naik kelas dari Bank Umum dengan Kategori Usaha (BUKU) II menjadi BUKU III tahun depan.
"Dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 8 triliun yang berhasil dihimpun dan modal inti sebesar Rp 1,2 triliun, tahun depan kami menargetkan naik kelas dari BUKU II menjadi BUKU III," kata Benny di Jakarta, Senin (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setidaknya dana Rp 500 miliar sudah disiapkan perusahaan untuk mengembangkan sistem informatika dan teknologi untuk memperkuat jaringan Bank MNC.
"Dengan adanya bank, lengkaplah unit-unit yang menyangkut jasa keuangan milik MNC Group," ujar Hary.
Selain bisnis media, saat ini MNC Group memang sudah memiliki beberapa produk jasa keuangan terpadu seperti sekuritas, asuransi jiwa, asuransi kerugian, pembiayaan dan asset management. Bank MNC diharapkan mampu menjadi tulang punggung dari jasa keuangan MNC Group secara keseluruhan bagi mitranya.
Menurut Hary, suntikan modal untuk Bank MNC akan dikucurkan dari induk perusahaan dan pasar sebesar Rp 3 triliun hingga 2018. Suntikan modal tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun infrastruktur bank yang saat ini sudah mempunyai 59 cabang di seluruh Indonesia.
"Sesuai business plan, permodalan akan ditentukan oleh pertumbuhan bank itu sendiri. Dengan Rp 3 triliun itu diharapkan asetnya akan tumbuh pesat," ujar Hary.