"Jumlah subsidi BBM dalam lima tahun terakhir mencapai Rp 1.300 triliun. Padahal sektor pendidikan dan kesehatan saja cuma dapat anggaran Rp 600 triliun. Kalau subsidi dialihkan ke sektor itu tentunya akan lebih baik," ujar Sudirman, di kantor SKK Migas, Jumat (31/10).
Meski memastikan harga BBM akan naik, dia menolak membeberkan skenario kenaikan harga BBM bersubsidi yang diusulkan Kementeriannya kepada Presiden Joko Widodo. "Tetapi saya pastikan, Kementerian ESDM dan Pertamina selaku distributor BBM bersubsidi siap merealisasikan kenaikan harga BBM seperti yang direncakan Presiden. Kemarin Pertamina sudah laporan kalau persedian BBM masih aman. Tapi keputusan menaikkan harga BBM itu urusan Kementerian Keuangan," tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada prognosa di awal bulan Oktober lalu, Pertamina memprediksi kuota BBM tahun ini akan jebol sebanyak 1,6 juta KL. Dengan prediksi barunya tersebut, konsumsi BBM bersubsidi meningkat sebesar 300 ribu KL.
"Rinciannya, solar 1,06 juta KL, sedangkan bensin 800 ribu KL," ujar Hanung.