BURSA SAHAM
Jelang Rilis BPS, IHSG Menguat
CNN Indonesia
Senin, 03 Nov 2014 07:15 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi menguat menjelang rilis data ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) siang nanti, Senin (3/11).
Asjaya Indosurya Securities memprediksi awal pekan ini IHSG berpotensi kembali melanjutkan kenaikan, diiringi rilis data ekonomi yang disinyalir akan cukup bagus. Efek global juga akan membawa pengaruh positif seiring penutupan Dow Jones akhir pekan yang cukup menggembirakan.
IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada level resistance 5.107 dan level support berada pada level 5019.
Pada penutupan Jumat (31/10), IHSG ditutup menguat 30,7 poin ke level 5.089,55 dari hari sebelumnya. Berdasarkan data rekapitulasi Bursa Efek Indonesia (BEI), nett buy asing tercatat Rp327,5 miliar pada hari itu, setelah sehari sebelumnya nett buy asing yang masuk Rp 55 miliar.
Selain IHSG, bursa kawasan lainnya juga menguat. Sebanyak 174 saham menguat, 126 saham melemah, dan 87 saham lainnya tak bergerak.
IHSG mengalami banyak tekanan selama sepekan meski masih mampu mengukir kenaikan lebih dari 1 persen dari total perdagangan sepekan. Hal itu ditunjang oleh capital inflow yang terus terjadi. Ini dinilai mencerminkan kepercayaan investor yang cukup tinggi terhadap pasar modal dalam negeri.
Asjaya Indosurya Securities memprediksi awal pekan ini IHSG berpotensi kembali melanjutkan kenaikan, diiringi rilis data ekonomi yang disinyalir akan cukup bagus. Efek global juga akan membawa pengaruh positif seiring penutupan Dow Jones akhir pekan yang cukup menggembirakan.
IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada level resistance 5.107 dan level support berada pada level 5019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain IHSG, bursa kawasan lainnya juga menguat. Sebanyak 174 saham menguat, 126 saham melemah, dan 87 saham lainnya tak bergerak.
IHSG mengalami banyak tekanan selama sepekan meski masih mampu mengukir kenaikan lebih dari 1 persen dari total perdagangan sepekan. Hal itu ditunjang oleh capital inflow yang terus terjadi. Ini dinilai mencerminkan kepercayaan investor yang cukup tinggi terhadap pasar modal dalam negeri.