"Pak Faisal itu punya integritas, lugas, dan dikenal tegas. Walaupun tugas yang sekarang berat, tapi saya kenal beliau punya niat baik untuk memperbaiki negara ini," ujar Erie kepada CNN Indonesia, Senin (17/11).
Walau tak berwenang menunjuk hidung mafia migas pemburu rente, Erie mengatakan setidaknya Komite dapat membersihkan industri hulu sampai hilir migas dari oknum-oknum yang selama ini mengeruk keuntungan bagi diri dan kelompoknya sendiri. Sehingga potensi kerugian negara yang ditimbulkan dari aksi para mafia bisa dihilangkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minggu (16/11) kemarin, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said membentuk satu komite adhoc khusus yang bertugas membenahi proses bisnis, transparansi, dan perizinan di sektor migas. Kebijakan ini untuk membatasi ruang gerak mafia migas yang dinilai merugikan negara karena dinilai memiliki kendali transaksi jual-beli migas di Indonesia.
Faisal Basri sebagai ketua Komite Reformasi mengatakan tugas tim yang dipimpinnya adalah membenahi beberapa institusi yang dinilai memiliki catatan buruk dalam hal transparansi sehingga menumbuh-kembangkan praktik mafia migas. Komite juga akan mengawal proyek pembangunan kilang yang selama ini terhambat karena lambannya alur birokrasi.
Meski dinilai sulit, Faisal optimis bisa memberikan sumbangsihnya untuk memperbaiki tata kelola migas Indonesia. “Saya dan tim berjanji akan bekerja keras. Saya akan bergandengan tangan dengan LSM, korporat, dan pemangku kepentingan yang terkait," kata Faisal.