Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, atau era pemerintahan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, posisi utang luar negeri meningkat US$ 29,4 miliar atau 11,2 persen. Peningkatan tersebut terutama disumbang oleh kenaikan pinjaman luar negeri sektor swasta.
Posisi utang luar negeri Indonesia pada akhir September 2014 terdiri dari sektor publik US$ 132,9 miliar (45,5 persen) dan swasta US$ 159,3 miliar (54,5 persen).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Utang luar negeri jangka panjang sektor publik tercatat US$ 128 miliar atau 96,3 persen dari total utang luar negeri sektor publik. Sementara utang luar negeri berjangka panjang sektor swasta tercatat US$ 115,5 miliar atau 72,5 persen dari total utang luar negeri swasta.
Dalam siaran persnya, BI menghimbau perlu terus diwaspadai risiko utang luar negeri terhadap perekonomian. Sehingga utang luar negeri diharapkan dapat lebih berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas.