"Memang akan ada tekanan terhadap NPL, tapi ini hanya akan seasonal (musiman) saja," ujar Muliaman saat ditemui di Hotel Darmawangsa Jakarta, Selasa (18/11).
Potensi kenaikan NPL, kata Muliaman, terutama di sektor kredit mikro. Namun, fenomena tersebut hanya akan berdampak sebentar dan akan mulai normal kembali setelah tiga bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman yakin industri keuangan sudah mengantisipasi dampak kenaikan BBM terhadap kinerjanya. "Tapi menurut saya itu akan reda dengan sendirinya, kalau growth kreditnya tinggi, itu NPL nya juga akan turun," lanjutnya.
"Tekanan akan ada, tapi tidak seserius yang kemarin-kemarin. Tapi ini sudah mulai agak longgar," ujar Muliaman.
"NPL justru bisa berkurang sebenarnya karena kegiatan ekonomi bisa lebih baik. Berarti perusahaan-perusahaan, orang-orang bisa beli lagi, bisa lagi bayar mobilnya, bisa lagi bangun rumah," tuturnya.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit perbankan pada Agustus 2014 tercatat sebesar Rp 3.518,9 triliun, tumbuh 13,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka pertumbuhan lebih lambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 15 persen. Perlambatan penyaluran kredit terutama terjadi untuk kredit yang bersifat produktif, yaitu Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI).